Connect With Us

Tiga TKA Terluka Diihajar Massa

| Minggu, 29 April 2012 | 17:59

SERANG-Tiga tenaga kerja asing (TKA) asal Cina yakni Huank Zai Shan, Wang Yuah Zong dan Huang Shi San terluka akibat dikeroyok warga Desa Barengkok, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang. Peristiwa ini terjadi, karena warga emosi, mendengar satu orang warga Desa Kibin, yang di keroyok TKA di PT Shunfa Langgeng Jaya (SLJ) yang letaknya di kawasan industri Modern Cikande.
 
Diperoleh keterangan, keributan di pabrik pengolan besi ini terjadi Sabtu (28/4) petang. Berawal ketika Minan, 31, warga Desa Barengkok, menjual besi ke perusahaan tersebut namun saat pembongkaran ditolak oleh salah seorang TKA.
 
Karena harga sudah disepakati, Minan langsung tersinggung dan kemudian melaporkan penolakan itu ke Sairan, 32, rekannya yang juga warga Desa Barengkok. Ketika mendatangi PT SLJ, Sairan yang bermagsud menengahi penolakan itu malah jadi korban pengeroyokan oleh sekelompok tenaga asing di PT SLJ. Dalam kondisi terluka, Sairan berhasil lari ke kampungnya dan melaporkan kejadian yang menimpanya kepada masyarakat. "Saat lolos dari pengeroyokan saya langsung lari ke kampung saya, dan masyarakat langsung marah melihat kondisi saya yang terluka," kata Sairan.
 
Mendengar pengaduan dari Sairan, sekitar 100 warga Desa Barengkok kemudian mendatangi PT SLJ. Tiga tenaga kerja asal Cina yang ada di dalam pabrik jadi pelampiasan dendam warga. Dalam keadaan terluka, ketiga warga asing ini dilarikan ke puskesmas setempat.
 
Sementara mencegah terjadinya aksi susulan, petugas Polsek dan Koramil Cikande segera menggelar musyawarah di Mapolsek Cikande dipimpin langsung Wakapolres Serang, Kompol Amin Priyanto.
 
Dalam musyawarah itu disepakati tidak akan ada aksi susulan dalam insiden yang berawal dari kesalahpahaman tersebut. Kedua belah pihak memahami dan sepakat pihak perusahaan memberikan biaya pengobatan kepada pihak warga sebesar Rp15 juta rupiah, transparasi terkait kerjasama dengan warga terus berlanjut dan wargapun siap membantu persoalan yang dihadapi dengan perusahaan dengan masyarakat.
 
Wakapolres Serang, Kompol Amin Priyanto mengatakan, kasus tersebut sudah diselesaikan dan keduabelah pihak sudah sepakat saling menghormati. "Kasus ini sudah selesai dengan dilakukan musyawarah," terang Wakapolres, kemarin.(TGH)

NASIONAL
Guru, Nakes, Damkar, hingga Satpol PP Paruh Waktu Naik Status Jadi Penuh Waktu Per 1 Januari 2027

Guru, Nakes, Damkar, hingga Satpol PP Paruh Waktu Naik Status Jadi Penuh Waktu Per 1 Januari 2027

Jumat, 6 November 2026 | 16:28

Pemerintah secara resmi memutuskan akan mengubah status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu mulai 1 Januari 2027.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

HIBURAN
Bisa Beri Makan Hewan, Intip Keseruan Wahana OMD FARM di Mal Ciputra Tangerang

Bisa Beri Makan Hewan, Intip Keseruan Wahana OMD FARM di Mal Ciputra Tangerang

Senin, 2 November 2026 | 16:58

Mal Ciputra Tangerang menghadirkan pilihan rekreasi dan wahana edukasi yang berbeda bagi keluarga, yakni Old MacDonald’s Farm (OMD FARM).

TEKNO
Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:21

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memastikan pelayanan publik berbasis digital tetap berjalan lancar. Pemkot juga menjamin seluruh data pribadi masyarakat berada dalam kondisi aman

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill