Connect With Us

Terapkan Konsep 'Ngariung' dengan Nasabah, Pakar Budaya Sunda Apresiasi BTPN Syariah

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 21 Desember 2023 | 02:33

(Kiri ke kanan) Corporate & Marketing Communication Head BTPN Syariah Ainul Yaqin, Ketua Pusat Digitalisasi dan Pengembangan Budaya Sunda Universitas Padjadjaran Prof. Ganjar Kurnia dan Pimpinan Wilayah Jawa Barat BTPN Syariah Andi Setio. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Program pertemuan rutin sentra (PRS) PT BTPN Syariah Tbk dengan nasabah yang diadopsi dari budaya 'ngariung' atau berkumpul, mendapat apresiasi dari Budayawan Sunda Prof. Ganjar Kurnia.

Menurut Ganjar yang juga Ketua Pusat Digitalisasi dan Pengembangan Budaya Sunda (PDP BS) Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung ini, mayoritas masyarakat di Jawa Barat sendiri berasal dari Suku Sunda.

Mereka yang berasal dari Suku Sunda ini memiliki prinsip "silih asih, silih asah, dan silih asuh," yang berarti saling menyayangi atau berempati, saling mengasah atau mengajari, serta saling membimbing dan saling menjaga.

"Prinsip itu membuat suasana kehidupan masyarakat di Jawa Barat dipenuhi dengan rasa keakraban, kerukunan, kedamaian, ketentraman, selalu saling tolong menolong, dan kekeluargaan," katanya, dalam diskusi Ngariung Berdaya, Jabar Berjaya Bersama BTPN Syariah di Bandung, Selasa 19 Desember 2023. 

Salah satu budaya Suku Sunda yang masih menjadi kebiasaan sampai saat ini, adalah ngariung atau berkumpul untuk bersilaturahmi dengan cara duduk bersama keluarga atau teman.

Budaya yang mendarah daging dalam kehidupan masyarakat Jawa Barat ini, ternyata memiliki keterkaitan erat dengan model bisnis BTPN Syariah melalui program Pertemuan Rutin Sentra (PRS).

PRS ini sebagai wadah utama ibu-ibu nasabah yang berkumpul setiap dua minggu sekali, untuk melakukan transaksi keuangan serta angsuran dan mengikuti program pelatihan usaha. 

"Saya sangat mengapresiasi BTPN Syariah karena menerapkan pendekatan budaya Sunda dalam memberdayakan nasabah masyarakat inklusi," tambah Ganjar.

Ganjar juga menilai program ini dapat menjadi solusi untuk membantu masyarakat keluar dari status ekonomi prasejahtera, salah satunya akibat faktor melonggarnya hubungan sosial.

Ia mencontohkan, dulu masyarakat bisa dengan mudah meminjam uang ke tetangga, namun sekarang tidak. Ketika kebutuhan ekonomi semakin tinggi dan hubungan sosial merenggang, akhirnya orang-orang di pedesaan memilih urbanisasi ke kota.

"Jadi itu bukan karena daya tarik perkotaan, tapi karena faktor kehidupan di desa sudah tidak mendukung. Jadi saya setuju wanita-wanita di desa ini diberdayakan dengan kemudahan pembiayaan," ungkapnya.

Ganjar juga menambahkan terkait karakeristik masyarakat Sunda yang berbeda-beda di tiap wilayah Jawa Barat, sehigga tidak bisa  melakukan pendekatan yang sama dalam merangkul mereka.

"Misanya ada yang harus lewat tokoh masyarakat, jawara, ajengan, kyai bahkan dukun. Ini menjadi tantangan petugas BTPN Syariah di lapangan, harus mencari informasi mengenai karakteristik di wilayah tersebut," ujarnya.

Andi Setio, Pimpinan Wilayah Jawa Barat BTPN Syariah menjelaskan BTPN Syariah dan Jawa Barat memiliki keterkaitan yang sangat erat sejak lama.

Sebab, telah melayani masyarakat inklusi secara langsung di Jawa Barat sejak 2011. Bahkan, Jawa Barat tercatat sebagai provinsi pertama yang dilayani oleh BTPN Syariah.

"Berdasarkan catatan, jumlah nasabah BTPN Syariah di Jawa Barat sudah lebih dari 774 ribu per kuartal III 2023 yang berasal dari 27 kabupaten/kota," ungkapnya.

Ibu-ibu nasabah di Jawa Barat memiliki usaha yang cukup beragam, mulai dari pertanian, jual makanan, perkreditan, perdagangan, penyewaan villa, berkebun, dan jual sembako.

"Jumlah pembiayaan yang di salurkan BTPN Syariah hingga kuartal III 2023, sebersar Rp2,83 triliun kepada ibu-ibu nasabah yang tergabung dalam 60.046 sentra di Jawa Barat," pungkasnya.

Kemudian, Andi Setyo menambahkan terkait penerapan model bisnis Pertemuan Rutin Sentra yang merupakan syarat utama bagi ibu-ibu dari BTPN Syariah untuk mendapatkan pembiayaan tanpa agunan.

Dengan 'ngariung', banyak manfaat yang didapat oleh para ibu-ibu, seperti akses pembiayaan, akses pengetahuan melalui pelatihan dan pengembangan usaha yang mampu meningkatkan usaha ibu-ibu.

Selain itu ibu-ibu juga mendapatkan rasa solidaritas dari anggota yang terbentuk sehingga saling mendukung dan menolong satu sama lain.

"Ketika satu nasabah sedang kesulitan, maka nasabah lain akan saling membantu. Dengan demikian, akan timbul rasa saling mengasuh, mengasihi, dan mengasah sesuai prinsip masyarakat di Jawa Barat," paparnya.

HIBURAN
Nagita Ungkap Alasan Pendapatan RANS Turun, Kurangi Ketergantungan Raffi Ahmad

Nagita Ungkap Alasan Pendapatan RANS Turun, Kurangi Ketergantungan Raffi Ahmad

Jumat, 10 Juli 2026 | 16:23

Direktur Utama PT RANS Entertainment Indonesia Tbk Nagita Slavina mengungkap, alasan di balik penurunan pendapatan perusahaan dalam dua tahun terakhir.

TOKOH
Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:53

Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.

KAB. TANGERANG
Polisi Selidiki Kasus Ojol Tewas Dirampok di Dadap Tangerang

Polisi Selidiki Kasus Ojol Tewas Dirampok di Dadap Tangerang

Senin, 13 Juli 2026 | 21:52

Petugas Kepolisian tengah menyelidiki kasus penikaman yang menewaskan seorang pengemudi ojek online (ojol) yang diduga menjadi korban perampokan saat tengah istirahat di kawasan Villa Taman Bandara, Kelurahan Dadap, Kecamatan Kosambi

WISATA
Tembus Top 125 Event Nasional, Festival Cisadane 2026 Siap Digelar Lebih Megah dan Ramah Lingkungan

Tembus Top 125 Event Nasional, Festival Cisadane 2026 Siap Digelar Lebih Megah dan Ramah Lingkungan

Jumat, 10 Juli 2026 | 14:40

Kota Tangerang bersiap menyambut salah satu perhelatan budaya terbesar tahun ini. Festival Cisadane 2026 resmi akan berlangsung selama lima hari penuh, mulai 22 hingga 26 Juli 2026, dengan berpusat di Jembatan Kaca Berendeng.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill