Connect With Us

6 Tips Merawat Sri Rezeki yang Cocok Bagi Pemula

Fahrul Dwi Putra | Selasa, 11 Oktober 2022 | 13:55

Tanaman hias Aglonema (aglaonema) atau disebut Sri Rezeki yang populer di Indonesia. (Istimewa / @TangerangNews.com)

TANGERANGNEWS.com-Tanaman hias Aglonema (aglaonema) memiliki corak daun yang unik dan menarik selain itu motif dan warnanya variatif, sehingga tidak heran tanaman ini menjadi salah satu tanaman yang populer di Indonesia tak terkecuali Tangerang.

Selayaknya tanaman hias, Aglonema biasanya diletakkan di teras atau dalam ruangan. 

Untuk wilayah Indonesia Aglonema lebih dikenal dengan nama Sri Rezeki, tetapi kerap juga disebut Chinnese Evergreen, sebab aglaonema memang pertama kali dibudidayakan oleh orang Cina.

Selain itu, masyarakat Indonesia lebih menyukai Aglonema dengan corak warna yang cerah seperti merah, kuning, atau oranye. 

Baca juga: RSUD Kota Tangerang Beri Tips Olahraga Bagi Lansia Agar Tetap Sehat dan Bugar

Sedangkan wilayah Eropa dan Amerika lebih menyukai corak warna hijau atau setidaknya terdapat unsur kehijauan.

Untuk menanam Aglonema dapat dilakukan dengan tiga cara. yakni cangkok, stek, dan biji.

Cangkok

1. Pastikan memilih batang yang telah kokoh dan berwarna coklat, lalu kelupas batang hingga tampak warna putih

2. Selanjutnya, lapisi dengan tanah sekam, pasir malang, humus dan pakis dengan perbandingan 1:5:2:2.

3. Kemudian bungkus dengan plastic yang telah dilubangi sebelumnya, hal ini bertujuan untuk sirkulasi udara dan pengakaran.

Stek

1. Gunakan pucuk indukan aglonema. Adapun kriterianya yakni kokoh dan memiliki setidaknya 5 daun yang masih tersisa. Dengan itu akan menjaga tumbuhan tetap hidup meski sudah dipotong pucuknya.

2. Siapkan media tanam berupa pot kemudian tanam hasil pucuk indukan yang telah dipilih.

Biji

1. Untuk menanam dengan metode biji, diperlukan biji dari induk aglonema yang sudah tua

2. Kemudian rendam biji tanaman aglonema dalam air dengan kurun waktu sekitar 2 jam 

3. Media tanam yang diperlukan adalah media tanah, setelah direndam kemudian tanam hasil biji rendaman tersebut.

Baca juga: Waspada Rugi, 4 Tips Ini Wajib Dipahami Jika Ingin Bisnis Franchise

Setelah memiliki tanaman Aglonema tentunya tidak hanya dibiarkan begitu saja. Perlu adanya perawatan agar Aglonema tetap sehat dan terlihat cantik, berikut ini tips merawat tanaman Aglonema seperti dilansir dari tirto.id, Selasa, 11 Oktober 2022.

- Rutin setiap hari lakukakn penyemprotan aglonema dengan larutan vitamin B1.

- Pastikan kelembaban media tanam selalu terjaga, yakni tidak terlalu kering dan tidak terlalu basah.

- Pastikan pot media tanam yang digunakan sesuai ukuran tanaman 

- Hindari meletakkan tanaman di lokasi yang terpapar sinar matahari secara langsung.

- Cegah hama dengan cara menyemprotkan pestisida rutin setiap hari. 

- Letakkan tanaman Aglonema di dalam ruangan dengan cahaya lampu neon.

BANDARA
Pulihkan Laut Terdampak Tsunami Banten, Bandara Soetta Dorong Konservasi Terumbu Karang di Tanjung Lesung

Pulihkan Laut Terdampak Tsunami Banten, Bandara Soetta Dorong Konservasi Terumbu Karang di Tanjung Lesung

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:08

PT Angkasa Pura Indonesia melalui Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) memperkuat komitmen pelestarian ekosistem maritim, dengan memperluas program konservasi terumbu karang di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung

TANGSEL
Atasi Krisis Sampah, Kota Tangsel Adopsi Metode Pengelolaan Sampah Bali

Atasi Krisis Sampah, Kota Tangsel Adopsi Metode Pengelolaan Sampah Bali

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:14

Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan berbagai upaya untuk mengatasi krisis sampah di wilayah tersebut. Kali ini dengan memanfaatkan metode Teba Komposter, sebagai solusi pengelolaan sampah organik berbasis lingkungan.

OPINI
Nasib Palestina, Derita Tak Kunjung Berakhir

Nasib Palestina, Derita Tak Kunjung Berakhir

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:37

‎Kematian di Gaza tak hanya datang dari peluru dan bom. Seorang pria dan seorang anak meregang nyawa akibat runtuhnya bangunan karena cuaca ekstrem. Hingga kini, total 19 korban tewas akibat tertimbun puing telah dibawa ke rumah sakit.

HIBURAN
Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Jumat, 9 Januari 2026 | 13:50

Musisi asal Gunung Kawi, Matoha Mino, merilis lagu berjudul Gunung Kawi sebagai bentuk respons terhadap persepsi yang menurutnya keliru dan telah lama berkembang di masyarakat terkait stigma tentang Gunung Kawi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill