Serpong Jaya Luncurkan 3 Cluster Baru, Tawarkan Hunian Modern Mulai Rp700 Jutaan
Jumat, 8 Mei 2026 | 14:54
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TANGERANGNEWS.com- Warner Bros. Indonesia memastikan film horor Final Destination: Bloodlines akan tayang di bioskop Tanah Air tanpa pemotongan, pembesaran gambar, atau efek blur.
Kepastian ini diumumkan melalui akun media sosial resmi mereka, Selasa, 6 Mei 2025, sekaligus menjawab rasa penasaran penggemar setia waralaba tersebut.
"Tidak ada pemotongan. Tidak diperbesar. Tidak diburamkan," tulis Warner Bros. Indonesia dalam unggahannya dikutip dari CNN Indonesia.
Diketahui, film ini akan lebih dulu tayang di Indonesia lewat sneak preview pada 9 dan 10 Mei 2025, kemudian tayang resmi pada 14 Mei 2025. Lalu, baru dirilis secara global pada 16 Mei.
Sinopsis
Final Destination: Bloodlines mengangkat kisah seorang mahasiswa yang dihantui mimpi buruk berulang tentang kematian keluarganya.
Ia pun memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya demi mencari jawaban dan cara menghentikan siklus tersebut.
Dalam pencariannya, ia bertemu sang nenek yang ternyata pernah menyelamatkan sekelompok orang puluhan tahun lalu. Peristiwa itu memicu kemunculan Death yang kini memburu seluruh keturunan dari orang-orang yang seharusnya sudah tiada.
Film ini menghadirkan deretan aktor muda dan pendatang baru seperti Kaitlyn Santa Juana, Teo Briones, Richard Harmon, Owen Patrick Joyner, Rya Kihlstedt, Anna Lore, dan Brec Bassinger.
Selain itu, mendiang Tony Todd kembali memerankan William Bludworth, karakter ikonik dari seri sebelumnya, untuk terakhir kalinya sebelum wafat pada November 2024.
Final Destination: Bloodlines memiliki durasi 109 menit 40 detik, menjadikannya seri terpanjang dalam sejarah waralaba ini, melampaui film pertama yang berdurasi 98 menit. Di Indonesia, film ini mendapatkan klasifikasi penonton usia 17 tahun ke atas (D17+).
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TODAY TAGMemulai bisnis tanpa legalitas yang jelas bisa menjadi hambatan besar di masa depan. Banyak pelaku usaha akhirnya kesulitan saat ingin bekerja sama dengan perusahaan besar atau mengikuti tender.
Sektor fesyen dan alas kaki merupakan salah satu industri kreatif yang masih potensial. Salah satunya digeluti Agus Eliawan atau yang lebih dikenal dengan sapaan Mas Gokil.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews