Connect With Us

Pemindahan Ribuan Jasad, Warga : Jelas Kami Menolak

Jangkar | Jumat, 7 Februari 2014 | 23:18

TPU Cihuni Tangerang (Dens Bagoes Irawan / TangerangNews)


TANGERANG-Warga Kampung Cihuni tidak terima wilayahnya menjadi penampungan makam dari Kampung Cigaten. Meskipun ke dua kampung tersebut masih masuk Desa Cihuni, Kecamatan pagedangan.

Musadin, warga yang tinggal tidak jauh dari TPU Cihuni mengaku warga setempat menolak keras adanya pemindahan makam dari Cigaten.

"Kami tidak mau, kampung kami dicap menjadi kampung kuburan," kata Musadin, Jumat (7/2/2014) saat mendengar pendapat dari Dewan.

Warga yang tinggal di Rt 01/03 Kampung Cihuni, Desa Cihuni, Kecamatan Pagedangan ini menuturkan, selain penolakan tersebut tidak mau dicap kampung kuburan. Dirinya mengatakan, pemakaman di Cigaten juga telah memiliki sertifikat.

"Dua-duanya memiliki sertifikat, jadi tak ada alasan untuk setuju pemindahan makam," katanya.

Lanjutnya, makam di Cihuni juga butuh perbaikan secara menyeluruh agar jauh dari kata seram. "Kalau pemindahan jasad yang jumlahnya ribuan dari Cigaten, jelas kami menolak," katanya.

Keresahan warga di Kampung Cihuni soal rencana pemindahan besar-besaran makam dari Cigaten diperkuat dengan adanya isu pembuatan kawasan makam baru di belakang SDN Cihuni III yang bersebelahan dengan makam TPU Cihuni.

"Saat ini sedang ada pengerukan yang dilakukan oleh pengembang disana. Informasinya itu akan jadi lahan makam baru," tutupnya.

 
AYO! TANGERANG CERDAS
Pendaftaran TKA SD dan SMP 2026 Dibuka 19 Januari, Ini Jadwal Lengkapnya

Pendaftaran TKA SD dan SMP 2026 Dibuka 19 Januari, Ini Jadwal Lengkapnya

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:36

Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD dan SMP dijadwalkan mulai dibuka pada Senin 19 Januari 2026.

TEKNO
Terbaru! Ini Rekomendasi Software Absensi Terbaik Tahun 2026

Terbaru! Ini Rekomendasi Software Absensi Terbaik Tahun 2026

Selasa, 3 Februari 2026 | 20:28

Di tahun 2026, sistem kerja perusahaan semakin dinamis. Banyak bisnis sudah menerapkan hybrid working, multi-shift, hingga operasional lintas lokasi. Karena itu, absensi manual seperti tanda tangan atau spreadsheet sudah tidak lagi relevan.

OPINI
Kecelakaan Berulang di Pasar Kemis: Ketika Tragedi Bukan Lagi Kebetulan

Kecelakaan Berulang di Pasar Kemis: Ketika Tragedi Bukan Lagi Kebetulan

Sabtu, 14 Februari 2026 | 19:24

Rangkaian kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah Kabupaten Tangerang, khususnya di Pasar Kemis, rasanya sudah sulit dianggap sekedar kebetulan. Belum ada satu bulan, setidaknya empat kecelakaan terjadi di wilayah yang kurang lebih sama.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill