Connect With Us

Pemilik Gudang Pestisida Bantah Jadi Penyebab Pencemaran Sungai Cisadane

Fahrul Dwi Putra | Sabtu, 14 Februari 2026 | 18:49

Kebakaran gudang pestisida di Pergudangan Taman Tekno, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Senin 9 Februari 2026, pagi. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Manajemen PT Biotek Saranatama membantah tudingan bahwa perusahaannya menjadi penyebab pencemaran Sungai Cisadane.

Dugaan tersebut mencuat setelah kebakaran melanda gudang penyimpanan pestisida milik perusahaan di kawasan Taman Tekno, Tangerang Selatan, pada Senin, 9 Februari 2026, lalu. 

Manager Operasional PT Biotek Saranatama Luki mengatakan, bangunan yang terbakar tersebut hanya berfungsi sebagai gudang penyimpanan, bukan fasilitas produksi maupun pengolahan limbah.

“Ini kan musibah. Sama kayak mungkin kejadian orang dibegal, terus akhirnya si pembegal dibunuh misalnya. Itu kan efek. Dia sebenarnya korban juga kan. Karena ini musibah,” ujar Luki dikutip dari Kompas, Sabtu, 14 Februari 2026.

Ia menilai anggapan pencemaran Sungai Cisadane berasal dari aktivitas perusahaan tidak tepat karena tidak ada proses produksi di lokasi tersebut.

“Misalnya di rumah punya racun tikus atau obat nyamuk, lalu tiba-tiba kebanjiran dan mencemari lingkungan. Kira-kira seperti itu,” sambung Luki.

Menanggapi pernyataan Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq yang menyebut tidak adanya instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di lokasi gudang, Luki menyatakan IPAL bukan kewajiban bagi fasilitas penyimpanan.

“Kalau IPAL mungkin nanti kaitannya dengan kawasan Taman Tekno,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri LH Hanif menyatakan pihaknya tidak menemukan IPAL di gedung penyimpanan pestisida tersebut. 

Ia menilai ketiadaan fasilitas pengolahan limbah sebagai kesalahan serius, mengingat gudang menyimpan bahan kimia yang seharusnya dikelola dengan standar ketat. 

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bersama kepolisian tengah mendalami dugaan pelanggaran, termasuk aspek perizinan dan persetujuan lingkungan.

Kebakaran yang terjadi pada Senin, 9 Februari 2026, dini hari itu menyebabkan aliran Sungai Jaletreng di wilayah Rawabuntu, Serpong, tercemar. 

Danton Dinas Pemadam Kebakaran Tangerang Selatan Sahroni menyebut pencemaran diduga berasal dari air pemadaman yang bercampur dengan zat kimia pestisida yang terbakar.

Aliran Sungai Jaletreng bermuara ke Kali Angke dan berdampak hingga wilayah BSD. Sejumlah ikan dilaporkan mati akibat tercemarnya air sungai oleh zat kimia tersebut.

OPINI
Kecelakaan Berulang di Pasar Kemis: Ketika Tragedi Bukan Lagi Kebetulan

Kecelakaan Berulang di Pasar Kemis: Ketika Tragedi Bukan Lagi Kebetulan

Sabtu, 14 Februari 2026 | 19:24

Rangkaian kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah Kabupaten Tangerang, khususnya di Pasar Kemis, rasanya sudah sulit dianggap sekedar kebetulan. Belum ada satu bulan, setidaknya empat kecelakaan terjadi di wilayah yang kurang lebih sama.

WISATA
Sambut Ramadan 2026, VIVERE Hotel Luncurkan Paket Menu Timur Tengah dan Nusantara

Sambut Ramadan 2026, VIVERE Hotel Luncurkan Paket Menu Timur Tengah dan Nusantara

Jumat, 13 Februari 2026 | 21:14

VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan pengalaman berbuka puasa bertajuk “A Wishful Ramadan” yang digelar di Yin & Yum All Day Dining, lantai 8

AYO! TANGERANG CERDAS
Pendaftaran TKA SD dan SMP 2026 Dibuka 19 Januari, Ini Jadwal Lengkapnya

Pendaftaran TKA SD dan SMP 2026 Dibuka 19 Januari, Ini Jadwal Lengkapnya

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:36

Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD dan SMP dijadwalkan mulai dibuka pada Senin 19 Januari 2026.

BANDARA
Penumpang Libur Imlek 2026 di Bandara Soetta Diproyeksikan Capai 1,7 Juta

Penumpang Libur Imlek 2026 di Bandara Soetta Diproyeksikan Capai 1,7 Juta

Kamis, 12 Februari 2026 | 21:31

PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta memproyeksikan adanya peningkatan pergerakan penumpang dan pesawat pada periode libur Tahun Baru Imlek 2026

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill