Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS-Setelah cukup lama gentayangan diwilayah Tangerang, Saefudin (25), pelaku perampasan sepeda motor akhirnya ditembak mati polisi, Rabu (9/9).
Tersangka tewas bersimbah darah karena berupaya melawan dan kabur saat disergap di rumah kontarakannya, di Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.
Diperoleh informasi, penembakan Saefudin bermula dari pengembangan kasus pencurian kendaraan bermotor yang dilakukan jajaran petugas Unit Reserse Mobil Polres Metro Tangerang Kabupaten.
Hasilnya, petugas mengendus keberadaan pemuda asal Lampung, Sumatera Selatan yang bersembunyi di sebuah rumah kontrakan dikawasan Desa Sodong itu.
“Mulanya Saefudin bertindak kooperatif. Tapi saat diminta menunjukkan rumah rekannya, tersangka berupaya melawan dan kabur,” ujar Ipda Dimas Fery, Kepala Unit Reserse Mobil Polrestro Tangerang Kabupaten.
Sikap Saefudin itulah yang kemudian memaksa polisi untuk mengambil tindakan tegas. Setelah dua kali tembakan peringatan keudara diabaikan, maka polisi langsung menyarangkan timah panas ke bagian kaki dan dada tersangka. Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti berupa sebilah pisau yang digunakan untk menyerang polisi.
“Jenazah tersangka kini berada di RSUD Tangerang guna keperluan visum,” kata Dimas Fery.(dira)
TODAY TAGPeringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews