Pemain Persita Tangerang saat berlatih. (TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)
TANGERANGNEWS.com-Klub Persita Tangerang terus bersiap jelang bergulirnya kompetisi Liga Satu Indonesia tahun 2021-2022, pada tanggal 27 agustus 2021 mendatang.
Komposisi pemain sudah sesuai dengan kebutuhan strategi pelatih, dengan telah bergabungnya pemain asing dan hasil rangkaian uji coba.
Dilansir dari kanal youtube klub Persita Tangerang, seluruh pemain terus berlatih dibawah arahan Pelatih Kepala Widodo C Putro, di Kompleks Gelanggang Olahraga Kelapa Dua, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang.
Peningkatan fisik dan kekompakan antar pemain menjadi menu utama latihan setelah kompetisi sempat terhenti dampak pandemi COVID-19. Sebanyak 29 pemain termasuk pemain baru serta asing telah bergabung dalam latihan tim.
Agung Prasetyo, pemain Persita Tangerang senang karena kompetisi direncanakan digulirkan. Dia berharap kompetisi berjalan sesuai jadwal dan tidak terhenti kembali, karena telah mengikuti seluruh tahapan protokol kesehatan COVID-19.
Sementara Pelatih Kepala Widodo C Putro mengaku persiapan tim sudah matang secara fisik serta komposisi tim, dengan tambahan pemain baru dan asing.
“Beberapa pemain masih latihan terpisah karena kelelahan, tapi kita optimis dengan komposisi tim berdasarkan hasil rangkaian uji coba yang telah dijalani,” jelasnya, Minggu 22 Agustus 2021.
Rencananya, kompetisi Liga 1 Indonesia tahun 2021-2022 akan mulai bergulir pada tanggal 27 agustus mendatang tanpa dihadiri penonton. Meski demikian, klub Persita Tangerang belum mendapatkan jadwal pertandingan dari PT. LIB selaku operator kompetisi liga satu, yang telah mendapatkan izin bergulir dari pihak kepolisian.
Sebanyak 22.865 pekerja rentan di Kota Tangerang mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan secara gratis karena seluruh iurannya dibayarkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Rencana penghapusan tunggakan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang nilainya mencapai Rp14 triliun hingga kini masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah.
Industri makanan dan minuman nasional, khususnya sektor minuman kemasan, terus menunjukkan resiliensinya sebagai salah satu tulang punggung manufaktur di Indonesia.
""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""