Connect With Us

Tol BSD-Balaraja 2015, Bupati Tangerang: Kalau jadi, Gue enak Ngantor deket

Denny Bagus Irawan | Selasa, 16 Desember 2014 | 08:40

Bupati Tangerang menandatangani MoU kerjasama pembangunan Tol Serpong-Balaraja dengan PT Bakrie Toll Road pada 17 Juni 2010. (Dira Derby / TangerangNews)

TANGERANG-Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengungkapkan bahwa rencana pembangunan Tol BSD Serpong, Kota Tangsel-Balaraja, Kabupaten Tangerang masih terus berjalan tahapannya. Permasalahan yang terjadi selama ini, kata Zaki, karena pembebasannya lahan yang tak kunjung tuntas negosiasinya.

“Target 2015 akhir sudah selesai pembebasannya, langsung deh dilakukan pengerjaan kontruksinya. Kalau sudah dibebaskan gampang, ngerjain mah cepet, pembebasan yang susah,” ujar Zaki.

Ditanya soal pemilihan jalurnya akan berada dititik mana, Bupati enggan mengungkapkan, karena kata dia hal itu akan membuat warga pemilik lahan semakin bertahan dengan harga tinggi.  “Masih dalam kajian, mau keluar dimana dan jalurnya mana saja titiknya masih dikaji, tetapi untuk keluar saya kira sih seharusnya ada interchange baru,” terangnya.

Diketahui, Bupati Tangerang sebelumnya yakni Ismet Iskandar mengaku pembangunan tol tersebut akan segera dimulai. Bahkan sebelumnya Pemkab Tangerang telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Bakrie Toll Road pada 17 Juni 2010 , dengan  panjang tol  31 kilometer. Namun, hingga saat ini , proyek jalan bebas hambatan tersebut belum juga dimulai.

Zaki menjelaskan, proyek itu selain membantu mengurai penumpukan kendaraan di Tangerang-Merak, jalan tol tersebut dibangun dengan tujuan mengembangkan potensi ekonomi di wilayah bagian selatan dan barat Kabupaten Tangerang.

"Adanya jalan tol Serpong-Balaraja kami harapkan bisa menghidupkan sejumlah kawasan di Kabupaten Tangerang. Kalau jadi, gue enak ngantor, deket,” katanya.

Pengerjaan proyek tol Serpong-Balaraja yang diinisiasi PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) ditargetkan segera terealisasi pada 2016. “Saat ini lahan yang sudah dibebaskan sekitar 60 persen di kawasan BSD, jadi selanjutnya masih dalam proses. Ini kan masih dalam tahap tender juga jadi belum tahu siapa pemenangnya," ujar Direktur dan Sekretaris Perusahaan BSDE, Hermawan Wijaya.

Dia menyebutkan, sekitar 10 kilometer lahan yang dibutuhkan untuk tahap pertama dalam pembangunan sudah dibebaskan. Namun, dia enggan menyebutkan total anggaran yang dibutuhkan untuk pembebasan lahan jalan tol sepanjang 30 kilometer ini.
"Kami tidak bisa secara spesifik, mungkin costnya merupakan total Rp 6 triliun sampai Balaraja," jelas dia.

Seperti diketahui, BSDE nantinya sebagai pemrakarsa akan mempunyai right to match jika kalah dalam proses tender yang dilakukan oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

Kepala BPJT Achmad Gani Ghazali mengungkapkan, pengumuman pemenang tender baru akan dilakukan ketika progres pembebasan tanah mencapai paling tidak 75 persen.

Investor yang masuk dalam proses tender hingga saat ini adalah PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk, konsorsium investor asal India, SP Road dan PT Prabu Persada, lalu konsorsium PT Bumi Serpong Damai Tbk, PT Astratel Nusantara dan PT Transindo Karya Investama. "Konsorsium terakhir adalah yang dibentuk oleh PT Nusantara Infrastructure Tbk dengan kontraktor asal Korea," kata Gani.
 
 
OPINI
Menanti Keadilan Pendidikan untuk Madrasah Aliyah di Banten

Menanti Keadilan Pendidikan untuk Madrasah Aliyah di Banten

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:58

Masuknya MA swasta ke dalam Program Sekolah Gratis sejatinya merupakan langkah yang sudah semestinya dilakukan. Madrasah Aliyah merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional yang memiliki kontribusi besar dalam mencetak generasi berilmu

KAB. TANGERANG
Soroti Kasus Perampokan Sadis, Pengemudi Ojol Blacklist Kawasan Dadap di Malam Hari

Soroti Kasus Perampokan Sadis, Pengemudi Ojol Blacklist Kawasan Dadap di Malam Hari

Selasa, 14 Juli 2026 | 10:11

Kasus perampokan disertai pembunuhan terhadap seorang pengemudi ojek online (ojol) di kawasan Villa Taman Bandara, Kosambi, Kabupaten Tangerang, pada Minggu 12 Juli 2026, dini hari, memicu keresahan di kalangan pengemudi lainnya.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BANDARA
Bandara Soetta Sediakan Fasilitas Nobar Gratis Piala Dunia 2026 di Terminal 3

Bandara Soetta Sediakan Fasilitas Nobar Gratis Piala Dunia 2026 di Terminal 3

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:32

Sebagai pintu gerbang utama negara dengan mobilitas penumpang yang sangat padat, Bandara Soetta siap memanjakan para pecinta sepak bola dengan menyediakan lokasi nobar yang strategis di Smmile Center Terminal 3.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill