Connect With Us

112 Anak Ikuti Khitanan Gratis di Kronjo Tangerang

Rangga Agung Zuliansyah | Sabtu, 12 September 2015 | 18:00

Ilustrasi Khitanan Massal. (Rangga A Zuliansyah / Tangerangnews)

TANGERANGNEWS.com-Sebanyak 112 anak dikhitan masal di Aula Kecamatan Kronjo, Jumat (11/9/2015). Khitanan masal ini diselenggarakan oleh Muspika Kecamatan Kronjo bersama PT Mitra Bisnis Keluarga Venetura salah satu perusahaan yang bergerak dalam usaha simpan pinjam.  

Kegiatan Khitan massal ini di ikuti oleh 122 anak dari seluruh Desa yang ada di Kecamatan Kronjo, Mekar Baru dan Kecamatan Gunung Kaler. Peserta tidak dibatasi, karena tingginya animo masyarakat sehingga petugas kedokteran dari puskesmas Kronjo terlihat kewalahan.

Salah satu peserta khitan Muhamad (10) didampingi kakeknya Hasanudin (45) mengaku senang karena sudah dikhitan. "Besok nggak mau lagi dikhitan," ujar Muhamad. 

Muhamad adalah salah satu peserta khitan yang menangis pada saat dikhitan. Sang ayah pun, Hasanudin mengaku merasa senang dapat mengikutsertakan anaknya. Ia menilai kegiatan seperti ini sangat bermanfaat dan diminati oleh masyarakat. 

Kapolsek Kronjo AKP Bambang Hermanto berharap agar Baksos Khitanan Massal yang digelar hari ini bisa bermanfaat bagi warga Kronjo. Terlebih kegiatan ini tidak dipungut biaya alias gratis.

"Semoga sinergitas antara Muspika Kecamatan dengan warga terus terjaga, melalui momen sunatan masaal ini," katanya. (RAZ)

BISNIS
Novotel Tangerang Tawarkan Konsep Pernikahan Intimate hingga Outdoor untuk Gen Z

Novotel Tangerang Tawarkan Konsep Pernikahan Intimate hingga Outdoor untuk Gen Z

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:16

Tren pernikahan di kalangan generasi muda, khususnya Gen Z, mengalami pergeseran yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill