Connect With Us

Truk Hajar Sepeda Motor di Cisauk, Adik Kakak Tewas

Mohamad Romli | Kamis, 20 April 2017 | 10:00

Ilustrasi Kecelakaan (Istimewa / TangerangNews,com)

 
TANGERANGNEWS.com-Peristiwa kecelakaan terjadi di Jalan Raya Lapan, Kampung Cibadak, Cisauk, Kabupaten Tangerang, Rabu (19/3/2017) siang.  Kecelakaan melibatkan sepeda motor Yamaha Jupiter MX bernomor polisi B-3777-NTP dengan truk bernomor polisi B-9128-NQB.

Sang pengendara motor berinisial MI yang berusia 14 tahun tewas bersama dengan adiknya yang diboncengnya. Adiknya diketahui  berinisial A berusia empat tahun.  

"Jadi korban ini diduga membonceng adiknya yang masih kecil. Katanya  mau antar sekolah ke salah satu Madrasah Ibtidaiyah di Suradita," kata Doni, warga setempat.

Namun, saat di Jalan Raya Lapan,  motor yang dikendarai korban bertabrakan dengan truk muatan besar. Akhirnya korban tewas di lokasi setelah bertabrakan dengan truk yang dikendarai IS,34 tahun.

 Kasat Lantas Polres Tangsel, AKP Lalu Hedwin Hanggara membenarkan peristiwa tersebut. Menurut dia, kedua korban sempat dilarikan ke RS. Namun, nyawa keduanya tak dapat tertolong.

"Sopir truk kami amankan. Dia merupakan warga Kampung Kebon Pisang, Kelurahan Cisuak, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang.Kedua korban sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun nyawanya tidak tertolong," katanya. (RAZ)

MANCANEGARA
Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51

Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.

HIBURAN
3 Festival Ini Digelar di Kota Tangerang Sepanjang Juli 2026

3 Festival Ini Digelar di Kota Tangerang Sepanjang Juli 2026

Jumat, 3 Juli 2026 | 16:36

Bulan Juli 2026, Kota Tangerang akan diramaikan dengan tiga event akbar yakni Festival Cisadane, Festival Kali Sabi, dan Halal Fest 2.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill