Connect With Us

PKB Mulai Survei Calon Bupati Tangerang di Pilkada 2018

Mohamad Romli | Rabu, 26 April 2017 | 18:00

Siti Masripah, anggota Komisi 9 DPR RI dari fraksi PKB, Rabu (26/4/2017). (@TangerangNews2017 / Mohamad Romli)

TANGERANGNEWS.com-Tahapan Pilkada Kabupaten Tangerang akan mulai digelar Agustus 2017, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pun sudah mulai melakukan survei untuk menentukan calon Bupati dan Wakil Bupati yang akan diusung di Pilkada Kabupaten Tangerang tahun 2018 mendatang.

"Hari ini kami sudah melakukan survey, nanti kita buka hasil survey tersebut pada waktunya," kata Siti Masripah, anggota Komisi 9 DPR RI dari fraksi PKB, Rabu (26/4/2017).

Ditanya soal dukungan terhadap petahana, Masripah mengatakan PKB akan melakukan evaluasi terlebih dahulu terhadap kinerja Bupati Tangerang saat ini, A. Zaki Iskandar.

"Jika nanti masih bagus dan tidak ada kader yang memiliki kemampuan dan elektabilitas serta kecerdasan untuk membangun Kabupaten Tangerang seperti beliau (A. Zaki Iskandar), mungkin kami akan tetap mendukung," tambahnya.

Namun pihaknya juga memberikan kesempatan kepada kader PKB jika ada yang akan berkontestasi di Pilkada Kabupaten Tangerang 2018 mendatang.

"Kami memberikan kepercayaan kepada kader-kader di Kabupaten Tangerang untuk turut berkontestasi selama memang memiliki kemampuan, elektabilitas dan popularitas yang bagus serta didukung oleh rakyat," ujarnya.

Masripah juga mengaku belum mengantongi nama-nama calon dari internal partainya, selain itu, PKB juga membuka diri kepada pihak-pihak yang ingin mendapatkan dukungan PKB.

"PKB juga membuka diri untuk orang-orang yang ingin diusung," pungkasnya.

OPINI
Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Jumat, 23 Oktober 2026 | 19:42

Wacana redefinisi korupsi yang dilemparkan oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memicu kegaduhan baru di ruang publik. Pemerintah mengusulkan agar penegakan hukum tindak pidana korupsi bergeser mengikuti standar global

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill