KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Banjir yang diakibatkan meluapnya sungai Cimanceuri menyebabkan akses Jalan Seglok di Kampung Seglok, Desa Pasir Bolang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang terputus.
Kamsin, warga setempat mengatakan, banjir terjadi sejak Jumat (05/5/2017). Namun saat itu akses jalan masih bisa dilintasi kendaraan bermotor. Namun, esok harinya berubah.
"Jalan sama sekali tidak bisa dilewati sejak hari Sabtu," katanya, Senin (08/5/2017).
Ketinggian air terus naik. Puncaknya pada Minggu (07/5/2017), ketinggian air sampai sedada orang dewasa atau sekitar 1,5 meter.
"Air mulai surut Senin pagi, sekarang tinggal selutut orang dewasa," jelasnya kepada TangerangNews.com.
Tampak dilokasi sekitar pukul 13.00 WIB. Ketinggian banjir dilokasi tersebut masih selutut orang dewasa. Beberapa pengendara motor yang memaksa melintas dijalan tersebut akhirnya mogok. Untuk diketahui Jalan ini adalah akses utama menuju kawasan industri Olex dari arah Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.
Sehingga pada saat tidak banjir, ramai dilalui pengendara bermotor. Pengendara yang hendak melintas menuju kawasan industri Olex pun akhirnya harus mengambil jalan alternatif melalui perumahan Puri Bidara Permai, kemudian mengarah ke jalan Kampung Widara, Desa Pematang, Tigaraksa.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGGubernur Banten Andra Soni menargetkan alokasi anggaran bantuan sosial (bansos) akan mengalami peningkatan pada tahun 2027 mendatang, sebagai upaya memperkuat perlindungan sosial dan menekan angka kemiskinan.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews