Connect With Us

Banjir di Periuk Tangerang Berulang, Ribuan Warga Mengungsi

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 7 Mei 2017 | 23:00

Warga di Priuk yang rumahnya terendam banjir saat ini banyak yang Mengungsi di Gor Total Persada, Minggu (7/5/2017). (@TangerangNews2017 / Rangga A Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Hujan yang mengguyur Kota Tangerang menyebabkan banjir hampir 2 meter di wilayah Kecamatan Periuk, Minggu (7/5/2017). Akibatnya, ribuan warga pun mengungsi.

Berdasarkan data dari Pemerintah Kota Tangerang, banjir tersebut merendam Perumahan di Total Persada di RW 7 dan 8 dengan jumlah warga 3.821 jiwa.

Lalu di Perumahan Alamanda RW 10 dengan  jumlah warga 4089 jiwa.

"Banjir ini disebabkan luapan air Kali Ledug karena curah hujan dan kirim air dari hulu. Kali meluap sejak pukul 15.00 WIB. Sampai saat ini kedalaman air di lokasi terdalam sanpai dengan pukul 19.30 wib kurang lebih 1,8 meter," kata Kabag Humas Pemkot Tangerang,Felix Mulyawan.

Warga yang rumahnya terendam banjir pun langsung mengungsi ke tempat terdekat. Seperti di Gor Total Persada  ada 500 sekitar jiwa Masjid Al Mujahidin  sekitar 742 jiwa. Sisanya mengungsi di rumah warga yang tidak terkena banjir.

"Saat ini Dinas Sosial sudah dan sedang mendistribusikan kebutuhan Logistik kepada para pengungsi," jelas Felix.

WISATA
Tak Terurus, Telaga Biru Cigaru Kini Sudah Tak Lagi Biru

Tak Terurus, Telaga Biru Cigaru Kini Sudah Tak Lagi Biru

Jumat, 6 Februari 2026 | 21:55

Telaga Biru Cigaru di Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, yang dulu pernah menjadi wisata favorit keluarga untuk menikmati momen liburan, kini tampak sepi dan terbengkalai.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

OPINI
Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Jumat, 6 Februari 2026 | 22:24

Alih-alih memberantas prostitusi dan peredaran miras, negara justru berposisi sebagai pengatur lokasi dan tata kelolanya. Maksiat tidak dihapus, hanya dipindahkan dan dilegalkan secara administratif.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill