Connect With Us

8 Polsek Akan Dikembalikan ke Polresta Tangerang

Mohamad Romli | Selasa, 23 Mei 2017 | 15:30

Kapolda Banten, Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo, meresmikan gedung Satpas pembantu yang berlokasi di samping Polsek Rajeg, Selasa (23/5/2017). (@TangerangNews2017 / Mohamad Romli)

TANGERANGNEWS.com-Polda Banten tengah mengupayakan untuk mengintegrasikan delapan Polsek di wilayah Kabupaten Tangerang yang saat ini masih tergabung di Polda Metro Jaya untuk segera masuk ke wilayah hukum Polresta Tangerang kembali.

"Untuk kembalinya 'anak hilang' saat ini kami masih menunggu. Suratnya sudah masuk ke Kapolri, dan menunggu disposisi untuk dirapatkan dengan Kapolda Metro Jaya," ujar Kapolda Banten, Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo, usai meresmikan Satpas Pembantu Rajeg, Selasa (23/5/2017).

Soal target waktu delapan Polsek tersebut tergabung dengan Polresta Tangerang, Polda Banten, Brigjen Listyo mengatakan ingin secepatnya.

"Soal target mudah-mudahan tahun ini sudah selesai," tambahnya.

Untuk diketahui, delapan Polsek yang ada diwilayah Kabupaten Tangerang yang saat ini masih tergabung ke Polda Metro Jaya diantaranya Polsek Cisauk, Pagedangan, Legok, Curug, Kelapa Dua. Lima Polsek ini kini berada dibawah wilayah hukum Polres Tangsel. Sementara tiga Polsek lainnya yaitu Polsek Pakuhaji, Sepatan, Teluknaga saat ini berada dibawah wilayah hukum Polres Metro Tangerang, kedua Polres tersebut dibawah naungan Polda Metro Jaya.

KOTA TANGERANG
Alun-alun Ahmad Yani Kota Tangerang Bakal Direvitalisasi Tahun Ini, Adaptasi Konsep Alun-alun Sempur Bogor

Alun-alun Ahmad Yani Kota Tangerang Bakal Direvitalisasi Tahun Ini, Adaptasi Konsep Alun-alun Sempur Bogor

Senin, 12 Januari 2026 | 20:25

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang akan kembali merevitalisasi Alun-alun Ahmad Yani yanh ditargetkan rampung pada 2026.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

HIBURAN
Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Jumat, 9 Januari 2026 | 13:50

Musisi asal Gunung Kawi, Matoha Mino, merilis lagu berjudul Gunung Kawi sebagai bentuk respons terhadap persepsi yang menurutnya keliru dan telah lama berkembang di masyarakat terkait stigma tentang Gunung Kawi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill