Peringati HAN 2026, Hotel Santika Indonesia Ajak 43 Anak Jadi General Manager Sehari
Rabu, 29 Juli 2026 | 16:10
Santika Indonesia Hotels & Resorts kembali menggelar program GM For A Day 2026 dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional.
TANGERANGNEWS.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Banten menemukan dua jenis obat yang diduga palsu beredar di Pasar Sentiong, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Selasa (6/6/2017).
Kedua jenis obat tersebut adalah Ponstan Tablet 500 Mg dan Super Tetra. Kedua jenis obat tersebut sangat populer di masyarakat karena fungsinya. Ponstan lebih dikenal dengan obat pereda nyeri, sementara Super Tetra adalah antibiotik.
Secara kasat mata tidak mudah membedakan antara obat yang asli dengan yang palsu, karena dari sisi kemasan, bentuk dan warna nampak mirip.Perlu ketelitian konsumen untuk membedakan obat palsu dan obat asli tersebut.
“Sekilas memang tampak asli, tapi saat diperhatikan bentuk obatnya sedikit berbeda, maka benar-benar harus teliti untuk membedakan yang asli dan palsu,” ujar Kepala BPOM Banten Nurjaya Bangsawan.
Dua jenis obat ini beredar luas di masyarakat, selain itu, terdapat perbedaan harga antara obat asli dan palsu, obat palsu dijual dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga obat asli yang dijual di apotek resmi.
Untuk terhidar dari obat palsu, masyarakat dihimbau untuk melakukan pengecekan kemasan, label, izin edar dan kedaluwarsa.
Sementara itu, Bupati Tangerang A Zaki Iskandar akan mengusut adanya temuan beredarnya obat palsu di Kabupaten Tangerang tersebut.
“Kami akan kerjasama dengan kepolisian untuk mengusut tuntas dari pemasok sampai produsen obat palsu tersebut, karena obat palsu sangat berbahaya yang dapat menimbulkan negatif bagi kesehatan,” tegasnya.(RAZ)
Santika Indonesia Hotels & Resorts kembali menggelar program GM For A Day 2026 dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional.
TODAY TAGKasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.
Besarnya arus kendaraan di suatu kawasan dinilai tidak lagi menjadi satu-satunya tolok ukur utama bagi pelaku usaha ritel dalam menentukan lokasi ekspansi bisnis.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews