Dari Hobi Berujung Rezeki, Ratusan Kicau Mania Padati Talaga Bestari Tangerang
Minggu, 14 Juni 2026 | 21:59
Hobi memelihara burung berkicau ternyata tak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga membuka peluang rezeki yang menjanjikan.
TANGERANGNEWS.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Banten menemukan dua jenis obat yang diduga palsu beredar di Pasar Sentiong, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Selasa (6/6/2017).
Kedua jenis obat tersebut adalah Ponstan Tablet 500 Mg dan Super Tetra. Kedua jenis obat tersebut sangat populer di masyarakat karena fungsinya. Ponstan lebih dikenal dengan obat pereda nyeri, sementara Super Tetra adalah antibiotik.
Secara kasat mata tidak mudah membedakan antara obat yang asli dengan yang palsu, karena dari sisi kemasan, bentuk dan warna nampak mirip.Perlu ketelitian konsumen untuk membedakan obat palsu dan obat asli tersebut.
“Sekilas memang tampak asli, tapi saat diperhatikan bentuk obatnya sedikit berbeda, maka benar-benar harus teliti untuk membedakan yang asli dan palsu,” ujar Kepala BPOM Banten Nurjaya Bangsawan.
Dua jenis obat ini beredar luas di masyarakat, selain itu, terdapat perbedaan harga antara obat asli dan palsu, obat palsu dijual dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga obat asli yang dijual di apotek resmi.
Untuk terhidar dari obat palsu, masyarakat dihimbau untuk melakukan pengecekan kemasan, label, izin edar dan kedaluwarsa.
Sementara itu, Bupati Tangerang A Zaki Iskandar akan mengusut adanya temuan beredarnya obat palsu di Kabupaten Tangerang tersebut.
“Kami akan kerjasama dengan kepolisian untuk mengusut tuntas dari pemasok sampai produsen obat palsu tersebut, karena obat palsu sangat berbahaya yang dapat menimbulkan negatif bagi kesehatan,” tegasnya.(RAZ)
Hobi memelihara burung berkicau ternyata tak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga membuka peluang rezeki yang menjanjikan.
TODAY TAGPenyesuaian harga BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax, mendorong masyarakat untuk memanfaatkan transportasi umum sebagai pilihan perjalanan sehari-hari yang lebih ekonomis.
Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.
Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews