Connect With Us

Geger Begal di Giant Pasar Kemis, Ternyata Operasi Polisi

Mohamad Romli | Kamis, 10 Agustus 2017 | 14:00

Warga berkerumun disekitar Giant, Pasar Kemis saat berlangsung operasi tangkap motor bodong, Rabu (9/8/2017) malam. (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Warga Pasar Kemis terus dihantui oleh tindak kejahatan perampasan sepeda motor oleh komplotan spesialis curanmor.

Hal ini karena terjadi rentetan peristiwa pembegalan tersebut dalam sebulan terakhir. Sehingga setiap kali ada peristiwa pencurian sepeda motor, secepat kilat berbedar informasi di jejaring sosial.

Peristiwa terkini Rabu (9/8/2017). Informasi yang beredar terjadi pembegalan di lokasi sekitar Giant, Pasar Kemis sekitar pukul 20.30 WIB. Informasi tersebut langsung menyebar di berbagai jejaring sosial disertai foto kerumunan warga dilokasi kejadian.

Dikonfirmasi TangerangNews.com, Kapolsek Pasar Kemis, Kompol Kosasih membantah bahwa peristiwa tersebut adalah pembegalan.

Menurut Kosasih, keramaian tersebut karena perhatian warga tersedot oleh aksi aparat Polsek Pasar Kemis yang tengah melakukan pemeriksaan satu unit sepeda motor yang diduga hasil curian.

"Semalam kami melakukan pemeriksaan satu unit kendaraan di Giant yang diduga dibeli pemiliknya dari hasil kejahatan," ungkapnya, Kamis, (10/8/2017).

Dari hasil pemeriksaan tersebut, tambah Kosasih, motor tersebut terbukti tidak dilengkapi surat-surat kepemilikan. Pemilik maupun sepeda motor tersebut kemudian diperiksa di Mapolsek Pasar Kemis.

Operasi kepolisian tersebut berawal dari informasi adanya jual beli sepeda motor bodong yang diduga hasil kejahatan di laman sosial media Facebook. Polisi kemudian melakukan penyelidikan untuk memburu penjual maupun pembeli motor bodong tersebut.

Kosasih pun menghimbau masyarakat untuk mengkroscek kebenaran sebuah informasi sebelum disebarkan ke publik.  "Kadang banyak beredar informasi tidak valid yang hanya meresahkan masyarakat," tandasnya.(RAZ)

OPINI
Miras dan Prostitusi Sumber Malapetaka, Bukan Sumber Pendapatan Asli Daerah

Miras dan Prostitusi Sumber Malapetaka, Bukan Sumber Pendapatan Asli Daerah

Senin, 19 Januari 2026 | 15:43

Demi meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah), Pemerintah Kota melalui DPRD nya melakukan rencana untuk melegalisasi miras dan prostitusi dengan rencana akan merevisi undang-undang tentang larangan miras dan prostitusi.

HIBURAN
Tak Lagi Sejalan, Prilly Latuconsina Undur Diri dari Rumah Produksi Miliknya

Tak Lagi Sejalan, Prilly Latuconsina Undur Diri dari Rumah Produksi Miliknya

Senin, 19 Januari 2026 | 14:33

Aktris sekaligus produser Prilly Latuconsina secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari Sinemaku Pictures, rumah produksi yang ia dirikan bersama Umay Shahab sejak 2019.

KAB. TANGERANG
Total Ada 29,5 Hektare Sawah di Kabupaten Tangerang Gagal Panen Gegara Banjir

Total Ada 29,5 Hektare Sawah di Kabupaten Tangerang Gagal Panen Gegara Banjir

Selasa, 20 Januari 2026 | 20:20

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang mencatat ada sebanyak 29,5 hektare area persawahan di daerahnya yang gagal panen akibat terendam banjir.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill