Jerit Tangis Anak-anak Warnai Khitanan Massal di Kabupaten Tangerang
Jumat, 9 Oktober 2026 | 14:52
Khitanan massal gratis yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang diwarnai aksi berontak dan tangis histeris sejumlah anak-anak.
TANGERANGNEWS.com-Identitas pemotor yang tewas akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Serang Km 17, Desa Sukanegara, Cikupa, Kamis (18/1/2018) sekitar pukul 12.00 WIB terungkap.
Pengendara sepeda motor Yamaha Mio Soul Nopol A-5149-WK adalah pria berinisial MWA, 21, warga Link Rama Nuju Baru, RT 02/07, Kecamatan Citangkil, Cilegon.
"Korban meninggal dunia karena mengalami luka serius pada bagian kepala," ujar Kanit Laka Lantas Satlantas Polresta Tangerang, Iptu Krisna Aji Pangestu kepada TangerangNews.com.
Berdasarkan informasi yang dihimpunnya, lanjut Krisna, korban melaju dari arah Balaraja menuju Cikupa, sesampainya di lokasi kejadian, ia hendak mendahului truk Hino Econo Nopol BE-8735-BE yang dikemudikan oleh PAR dari posisi sebelah kiri.
Saat korban hendak menyalip tersebut, ternyata dilajur kiri ada kendaraan truk Mitsubisi Fuso yang sedang berhenti karena sedang diperbaiki.
BACA JUGA :
"Diduga korban tidak bisa menguasai kendaraannya sehingga terjatuh dan terperosot," tambahnya.
Korban kemudian masuk ke kolong truk yang dikendarai PAR hingga mengalami luka berat pada bagian kepala karena diduga terlindas ban truk naas itu. "Jasad korban kemudian dievakuasi ke RSUD Tangerang," tukasnya.(RAZ/HRU)
Khitanan massal gratis yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang diwarnai aksi berontak dan tangis histeris sejumlah anak-anak.
TODAY TAGPemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus melengkapi aplikasi Tangsel One dengan berbagai layanan.
Sebanyak 16 lokasi di Banten masih dalam proses pembangunan jaringan listrik perdesaan. PLN UID Banten menargetkan seluruh jaringan tersebut dapat selesai dan mulai menyala pada akhir Desember 2026.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews