KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Gempa bumi yang terjadi Selasa (23/1/2018) sekitar pukul 13.34 WIB membuat panik warga serta pegawai yang sedang berada di Dedung DPRD Kabupaten Tangerang. Setelah sekitar sepuluh menit berada di lapangan Maulana Yudha Negara, warga serta pegawai tersebut pun kembali ke dalam ruangan.

Namun alangkah kagetnya, ketika beberapa orang melihat kerusakan pada sebagian gedung tersebut. Kerusakan itu diantaranya retaknya tembok gedung di lantai dua, terutama di ruang fraksi dan pimpinan DPRD.
Menurut Suhada, salah satu staff fraksi mengatakan, retaknya tembok itu baru terjadi hari ini. "Tadi sudah kami cek, hampir semua ruang fraksi temboknya retak," ujarnya.
Pantauan TangerangNews.com di lokasi, tembok yang retak itu sebagian besar pada posisi antara tiang gedung. Tembok retak juga terjadi pada sebagian gedung di lantai satu dan tiga, namun kondisi terparah di lantai dua.
BACA JUGA :
"Bahkan ada list plafon yang jatuh dan hampir jatuh," tambahnya.
Pantauan di lokasi, hingga pukul 15.00 WIB, warga serta pegawai DPRD masih siaga mengantisipasi terjadinya gempa susulan.(RAZ/HRU)
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGSolana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews