Connect With Us

Peringati Hari Air Sedunia, Aetra Tangerang Bersihkan Cisadane

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 22 Maret 2018 | 20:00

Aetra Tangerang bersama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane melakukan kegiatan pembersihan bantaran Sungai Cisadane. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

 
TANGERANGNEWS.com-Aetra Tangerang bersama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane kembali melakukan kegiatan pembersihan bantaran Sungai Cisadane.

“Kami bekerja sama dengan pihak BBWS Ciliwung Cisadane dalam kegiatan peringatan Hari Air Sedunia sekaligus sebagai bentuk kepedulian kami akan kelestarian Sungai Cisadane,” ungkap Edy Hari Sasono, Presiden Direktur PT Aetra Air Tangerang. 

BACA JUGA :

Kegiatan ini sejalan dengan tema Hari Air Sedunia tahun 2018 ini, yaitu “Alam untuk Air” yang mengajak kita untuk selalu menjaga kelestarian alam demi menyelamatkan air.

“Hari Air Sedunia kali ini ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya solusi berbasis alam untuk menyelesaikan permasalahan sumber daya air,” ujar Edy. 

Salah satu solusi berbasis alam adalah pengembalian fungsi bantaran sungai. Dengan pembersihan bantaran sungai diharapkan aliran sungai akan lebih lancar serta mengurangi sampah yang mungkin terbawa ke aliran sungai.

Sungai Cisadane sekaligus merupakan sumber air baku dari Aetra Tangerang. Dengan pasokan air baku dari Sungai Cisadane, hingga bulan Februari 2018 Aetra Tangerang telah melayani 62.409 pelanggan yang tersebar di delapan kecamatan daerah kerja sama. Oleh karenanya kelestarian sungai menjadi salah satu perhatian utama dari Aetra Tangerang.

Selain kegiatan bersama dengan BBWS ini, Aetra Tangerang selalu melakukan kegiatan pembersihan sampah di sekitar bangunan intake secara rutin.

“Dalam kegiatan operasional sendiri, seringkali banyak sampah yang turut tersedot masuk ke dalam kanal air baku. Sampah-sampah tersebut akan dikumpulkan dan akan diambil oleh truk pengangkut sampah untuk dibuang pada tempatnya. Tidak ada sedikitpun sampah yang dibuang kembali ke aliran sungai,” tutur Edy.

Perhatian Aetra Tangerang terhadap kelestarian sungai ini sejalan dengan prinsip Aetra Tangerang untuk selalu mengutamakan kelestarian lingkungan dalam menjalankan kegiatan bisnis. Prinsip ramah lingkungan juga diterapkan dalam proses produksi air bersih.

Aetra Tangerang menerapkan teknologi Backwash Recycling Process yang dapat menekan tingkat kehilangan air produksi hingga hanya dibawah 0,5% dan menghemat penggunaan air baku hingga 5%. Untuk pengolahan limbah, Aetra Tangerang menerapkan teknologi Sludge Drying Bed. Sludge drying bed akan menghasilkan filtrat (sisa produksi) yang sudah aman untuk dibuang serta tidak akan meningkatkan kadar polutan sungai.

“Kami menerapkan teknologi pengolahan air serta sistem distribusi air yang sangat efisien. Sehingga penggunaan air baku dapat dihemat hingga 5%, tingkat kehilangan air produksi bisa ditekan dibawah 0,5% dan rata-rata tingkat kehilangan air pada tahun 2017 hanya sebesar 5,9%. Hal ini berarti kami dapat menekan jumlah air yang terbuang sehingga air Sungai Cisadane dapat kami manfaatkan semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tutup Edy.(RAZ/HRU)

TEKNO
Kompetisi Robotik Nasional Digelar di Tangerang, Kemenpora Tekankan Penguatan Daya Saing Digital Generasi Muda

Kompetisi Robotik Nasional Digelar di Tangerang, Kemenpora Tekankan Penguatan Daya Saing Digital Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:41

Kompetisi teknologi bidang coding dan robotik, Codero National Competition (CNC) 2026 digelar di Mall @ Alam Sutera, Tangerang, selama 24–25 Oktober 2026.

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

OPINI
Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Jumat, 23 Oktober 2026 | 19:42

Wacana redefinisi korupsi yang dilemparkan oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memicu kegaduhan baru di ruang publik. Pemerintah mengusulkan agar penegakan hukum tindak pidana korupsi bergeser mengikuti standar global

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill