Connect With Us

Dimention Menteri Susi, Begini Tanggapan Wali Kota Airin

Yudi Adiyatna | Senin, 5 Maret 2018 | 17:30

Tweet dari Netizen untuk Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany terkait menumpuknya sampah di wilayah sungai atau kali tangsel. (Istimewa / Istimewa)


TANGERANGNEWS.com-Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany menanggapi viralnya mention twitter Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kepada dirinya.

Diketahui Airin diminta Susi menjawab terkait adanya keluhan masyarakat tentang kondisi memprihatinkan di situ tujuh Muara di Jalan Siliwangi, Pamulang, Kota Tangsel.

Usai menghadiri kegiatan dialog lintas agama di Puspemkot Tangsel, Senin (5/3/2018). Airin mengaku belum mengetahui kondisi terkini mengenai keluhan pencemaran di Situ Tujuh Muara tersebut.

Meski begitu, dia telah berkoordinasi terus-menerus dengan pemerintah pusat yang memiliki kewenangan langsung atas pengelolaan Situ.

"Yang pasti tahun ini kita ada revitalisasi situ dalam rangka untuk salah satu Civic Centernya. Walaupun belum menyeluruh, baru sekitar anggarannya Rp5 miliar, tapi itu dalam rangka Revitalisasi Situ. Nanti persoalan limbah kita akan cek ke lapangan seperti apa dan tentu akan kita tegur pabriknya," jelasnya di Puspemkot Tangsel, Senin (5/3/2018).

Selain itu Wali Kota Tangsel dua periode ini menyebutkan, Pemerintah Kota Tangsel sudah sejak lama ingin merevitalisasi keberadaan situ-situ di wilayahnya menggunakan dana APBD Tangsel. Namun karena keberadaan Situ tujuh Muara tersebut tercatat sebagai aset Provinsi, dirinya pun terus mencari solusi terbaik penanganan Situ di wilayah Tangsel.

"Kita tidak bisa masuk menggunakan dana APBD Tangsel. Kemarin sempat debatkan, Persoalan anggaran dari Pusat sudah ada, tapi situ itu tercatat sebagai aset di Provinsi Banten.Sehingga anggaran Rp5 miliar dari pusat tidak mau (menurunkan). Kami protes, kita cari solusinya akhirnya setelah difasilitasi kemendagri boleh menggunakan anggaran dari APBN walaupun situnya tercatat aset provinsi," terang Airin.

Netizen

Sebelumnya, jagat media sosial sempat viral oleh postingan salah seorang netizen kepada Manteri Susi Pudjiastusi terkait
"Pembuangan limbah swasta menyebabkan pendangkalan dan kurangnya daya tampung. Seolah pemerintah hanya diam @susipudjiastuti @airinrachmi," tulis @ravi_reonaldy pada Minggu 4 Maret 2018 sore dalam statusnya.

Postingan tersebut pun kemudian dibalas Menteri Susi lantas dengan menyebutkan "Bu Airin berkenan difollowup? trmksh salam," seraya memention akun @ravi_reonaldy dan @airinrachmi.(RAZ/HRU)

NASIONAL
Bangun SDM Cakap Dinamika Global, PLN Diganjar Penghargaan Internasional di Singapura

Bangun SDM Cakap Dinamika Global, PLN Diganjar Penghargaan Internasional di Singapura

Rabu, 13 Mei 2026 | 12:19

PT PLN (Persero) kembali mendapat pengakuan di tingkat internasional melalui ajang HR Tech Asia 2026 yang digelar di Singapura pada 5 Mei 2026.

OPINI
May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:57

Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.

WISATA
Dari Lahan Terbengkalai Jadi Spot Wisata Keluarga, Intip Wajah Baru Alun-Alun Pondok Ranji

Dari Lahan Terbengkalai Jadi Spot Wisata Keluarga, Intip Wajah Baru Alun-Alun Pondok Ranji

Selasa, 12 Mei 2026 | 15:52

Kawasan Pondok Ranji, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kini punya ikon baru. Alun-alun Pondok Ranji bertransformasi menjadi ruang publik yang modern, inklusif, dan ramah keluarga.

BANTEN
Kembangkan Sekolah Unggulan, Pemprov Banten Jajaki Kerja Sama dengan Cambridge School

Kembangkan Sekolah Unggulan, Pemprov Banten Jajaki Kerja Sama dengan Cambridge School

Selasa, 12 Mei 2026 | 18:58

Gubernur Banten Andra Soni menjajaki kerja sama strategis dengan Cambridge School Indonesia guna meningkatkan mutu pendidikan di wilayahnya.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill