Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com-Kepanikan terjadi di kampus Universitas Pelita Harapan (UPH) Karawaci, Kamis (31/5/2018). Sekitar 60 mahasiswa mendadak sakit perut dan harus dilarikan ke RS Siloam Karawaci.
Peristiwa itu pun terjadi saat detik-detik prosesi wisuda 100 mahasiswa berprestasi jalur beasiswa.
Kepada awak media, Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yuriko menjelaskan penyebab kepanikan yang menimpa mahasiswa itu.
Kata Alex, satu jam sebelum prosesi wisuda yang sedianya akan berlangsung pukul 10.00 WIB itu, 60 mahasiswa tersebut menyantap nasi goreng disalah satu kantin di kampus yang terletak di Jalan MH Thamrin Lippo Karawaci, Kelapa Dua tersebut.
"Sekitar setengah jam setelah menyantap nasi goreng sea food itu, 60 mahasiswa itu mual-mual dan sakit perut, lalu dilarikan ke RS Siloam, Karawaci," katanya.
Setelah didiagnosa oleh para medis, lanjut Alex, penyebab keracunan itu berasal dari makanan yang mereka santap tersebut.
"Untuk memastikan penyebab keracunan, barang bukti nasi goreng itu diperiksa di laboratorium RS Siloam," tambahnya.
Saat ini, sebagian besar mahasiswa yang keracunan tersebut sudah diperkenankan pulang, namun juga masih ada yang masih menjalani perawatan intensif.
"Dari 60 mahasiswa, 13 orang masih menjalani perawatan medis," tukasnya.(RAZ/HRU)
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGSebanyak 569 warga binaan yang ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Tangerang, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, mendapatkan remisi atau pengurangan masa hukuman dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI).
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Richard Lee menantang Samira Farahnaz alias Doktif untuk hadir dalam sidang kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen yang menjerat dirinya sebagai terdakwa.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews