Connect With Us

Tagar 2019 Ganti Presiden Dianggap Tidak Mendidik Publik

Mohamad Romli | Rabu, 1 Agustus 2018 | 15:49

Dua tokoh muda Tangerang, Widi Hatmoko pemerhati budaya di Tangerang dan Khoirun Huda aktivis Demokrasi di Banten. (@TangerangNews / Mohamad Romli)

TANGERANGNEWS.com-Jelang perhelatan politik lima tahunan, berbagai informasi politik semakin massif beredar melalui media sosial. Masyarakat pun dituntut semakin cerdas memilah informasi yang beredar.

Widi Hatmoko, sebagai pemerhati budaya di Tangerang mengaku merasa gelisah dengan beragam konten beredar di media sosial.

Salah satu yang dicontohkannya yakni tagar #2019GantiPresiden. Widi menganggap tagar tersebut tidak mendidik publik, karena dari sisi etika politik sangat tidak patut.

"Saat ini, pemerintahan Jokowi masih sebagai pemerintahan yang sah dan berdaulat hasil Pilpres sebelumnya. Jika ada gerakan 2019 ganti presiden, saat ini belum waktunya," katanya dalam diskusi bersama awak media di salah satu rumah makan di Cikupa, Rabu (1/8/2018).

Widi juga mengatakan, tagar yang beredar di media sosial itu dalam penggunaan bahasa tidak tepat, karena dalam sistem politik di Indonesia tidak mengenal istilah ganti presiden, namun pemilu.

"Dampaknya terhadap masyarakat awam sangat serius. Mereka tidak memahami politik. Sehingga yang terjadi adalah kegaduhan di tengah-tengah masyarakat," tambah sosok yang juga Ketua Humas Dewan Kesenian Tangerang (DKT) itu.

Kegaduhan itu diantaranya perselisihan pendapat tanpa mengedepankan etika berkomunikasi yang baik karena beredarnya informasi yang tidak jelas sumbernya. Sehingga mengganggu tatanan budaya masyakat yang dikenal sebagai masyarakat yang santun.

"Banyak masyarakat saling berdebat di media sosial, menggunakan kosakata yang tidak patut sehingga tidak patut dalam budaya kita," paparnya.

Ia mengimbau masyarakat semakin cerdas dalam menyikapi hal itu, sehingga tidak mudah tergiring oleh isu dan opini yang memperkeruh tatanan sosial dan budaya politik yang baik.

"Kita berharap masyarakat tidak terbawa arus, karena 2019 bukan ganti presiden, tapi pemilu," tandasnya.

Sementara itu, aktivis demokrasi di Banten Khoirun Huda mengatakan demokrasi memberikan ruang kebebasan untuk berpendapat, namun kebebasan itu pun ada tanggung jawab dan etikanya. Sehingga, pendapat atau opini yang disampaikan dapat dipertanggung jawabkan.

"Gerakan politik harus mengedepankan etika politik, tidak menghalalkan segala cara," kata Huda.

Ia juga menuding, gerakan itu tidak serta lahir sebagai inisiatif warga dunia maya (netizen) yang tidak berafiliasi dengan kepentingan politik, justru digerakkan oleh kelompok politik yang berseberangan dengan kepemimpinan nasional saat ini.

"Saya menduga digerakkan aktor politisi yang bersebrangan dengan presiden saat ini," imbuhnya.

Huda menekankan, daripada menggalang opini publik dengan tagar yang tidak jelas, menurutnya kalau memang ada sosok yang akan diusung sebagai calon presiden, para pendukung tagar 2019 ganti presiden itu lebih baik memberikan informasi ke publik siapa dan apa potensi atau kelebihan sosok tersebut, karena hal ini dianggapnya lebih baik.

Sehingga, lanjutnya, masyarakat awam bisa menilai, bukan justru menebar tagar yang menuding seolah-olah presiden yang menjabat saat ini tidak punya prestasi.

"Jika memang itu gerakan politik, kenapa tidak justru mengusung potensi kelebihan calon presiden yang mereka usung. Bukan sekedar membuat tagar," tukasnya.(MRI/RGI)

HIBURAN
Rekayasa Lalu Lintas Jalan Kawasan Pintu Air 10, Jadi Tempat Syuting Film Teranyar Lisa Blackpink dan Ma Dong-seok

Rekayasa Lalu Lintas Jalan Kawasan Pintu Air 10, Jadi Tempat Syuting Film Teranyar Lisa Blackpink dan Ma Dong-seok

Kamis, 29 Januari 2026 | 07:43

Sat Lantas Polres Metro Tangerang Kota menerapkan rekayasa lalu lintas selama beberapa hari ke depan seiring dengan penggunaan lokasi tersebut sebagai salah satu titik syuting film internasional terbaru yang dibintangi Lisa BLACKPINK

TANGSEL
TPA Cipeucang Bikin Warga Kena ISPA dan Harga Rumah Turun, Pemkot Tangsel Didugat Rp21,6 miliar

TPA Cipeucang Bikin Warga Kena ISPA dan Harga Rumah Turun, Pemkot Tangsel Didugat Rp21,6 miliar

Jumat, 30 Januari 2026 | 19:30

Warga RW 14 Kelurahan Rawabuntu, Serpong, resmi melayangkan gugatan class action terhadap Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) dan PT Bumi Serpong Damai (BSD).

BANTEN
Waspada, BMKG Ingatkan Hujan 3 Hari di Tangerang Awal Februari 2026

Waspada, BMKG Ingatkan Hujan 3 Hari di Tangerang Awal Februari 2026

Sabtu, 31 Januari 2026 | 21:05

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di wilayah Tangerang Raya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan yang masih akan terjadi pada awal Februari 2026.

TEKNO
Sikapi Ketidakpastian Ekonomi, Bibit.id: ORI029 Jadi Pilihan Investasi Aman

Sikapi Ketidakpastian Ekonomi, Bibit.id: ORI029 Jadi Pilihan Investasi Aman

Jumat, 30 Januari 2026 | 20:27

Pemerintah Indonesia baru saja menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel pertama di tahun 2026, yakni SBN seri ORI029 yang sudah bisa dibeli di aplikasi investasi Bibit.id, pada 26 Januari - 19 Februari 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill