Connect With Us

Waduh, Ada Tumpukan Sampah Dibawah Baliho Asian Games di Cikupa

Maya Sahurina | Rabu, 8 Agustus 2018 | 18:44

Tampak Tumpukan Sampah Dibawah Baliho Asian Games di Jalan Raya Serang, Cikupa, Rabu (8/8/2018). (TangerangNews.com/2018 / Maya Sahurina)

 

TANGERANGNEWS.com-Kesadaran warga Kabupaten Tangerang untuk menjaga dan memelihara kebersihan masih perlu ditingkatkan. Pasalnya, persoalan pengelolaan sampah masih menjadi tantangan pembangunan di Kabupaten Tangerang.

Salah satunya seperti terpantau TangerangNews.com di Jalan Raya Serang, Cikupa. Di lokasi yang tak jauh dari pasar Cikupa itu, warga menjadikan sebidang tanah untuk membuang sampah. Padahal lokasi tersebut bukan tempat pembuangan sampah.

sampah

Ironisnya, tertampang juga pengumuman larangan membuang sampah di area tersebut. Selain itu, di lokasi itu, terpasang juga baliho Asian Games 2018.

Supardi, warga setempat mengatakan, tumpukan sampah di area tersebut telah berlangsung cukup lama, bahkan sebagian telah sempat dibakar.

"Biasanya ada warga yang lewat lalu membuang sampah disini," katanya kepada TangerangNews.com, Rabu (8/8/2018).

Terpisah, Pejabat Bupati Tangerang Komarudin mengatakan, salah satu tantangan pembangunan di Kabupaten Tangerang adalah dimensi sosial, salah satunya terkait dengan ketertiban dan kepatuhan warga.

"Hal ini masih menjadi tantangan kita saat ini, terlebih menjelang penyelenggaraan Asian Games 2018," katanya saat menjadi narasumber diskusi bersama PWI Kabupaten Tangerang.

Komarudin pun berharap momen Asian Games turut memantik kesadaran warga Kabupaten Tangerang, dengan ditunjuk panitia pelaksana Asian Games (Inagsoc) sebagai salah satu daerah yang menjadi tempat perlombaan cabang olahraga  modern penthatlon.

"Kami berharap momentum ini menjadi pemantik kesadaran kita semua, termasuk masyarakat. Karena Asian Games even internasional," harapnya.(RMI/HRU)

OPINI
Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02

Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh

BANTEN
PLN Perluas Ruang Belajar Anak Pulau Panjang lewat Bridge Banten

PLN Perluas Ruang Belajar Anak Pulau Panjang lewat Bridge Banten

Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:44

Di tengah keterbatasan akses akibat kondisi geografis kepulauan, SD Negeri Pulo Panjang 2, Kabupaten Serang, mendapat tambahan fasilitas pendidikan melalui program Bridge Banten dari PT PLN (Persero) UID Banten.

KAB. TANGERANG
Gadis 16 Tahun yang Kabur ke Apartemen PIK 2 Diduga Korban Kekerasan Seksual Modus Pengantin Pesanan

Gadis 16 Tahun yang Kabur ke Apartemen PIK 2 Diduga Korban Kekerasan Seksual Modus Pengantin Pesanan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:46

Seorang siswi SMK berusia 16 tahun asal Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar) yang dilaporkan kabur ke apartemen kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, diduga korban kekerasan seksual warga negara China.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill