Connect With Us

Curanmor Jadi Tren Kejahatan di Tangerang, Warga Harus Lebih Waspada

Maya Sahurina | Senin, 31 Desember 2018 | 21:00

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif menunjukan barang bukti yang berhasil diamankan saat pres rilis akhir tahun di ruang Rupatama Mapolresta Tangerang, Senin (31/12/2018). (@TangerangNews / Maya Sahurina)

TANGERANGNEWS.com-Kabupaten Tangerang tercatat sebagai wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak di Provinsi Banten. Hal ini ternyata berkorelasi dengan jumlah tindak kejahatan jalanan salah satunya pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).

Berdasarkan data Satreskrim Polresta Tangerang, selama tahun 2018, terjadi 174 peristiwa pencurian kendaraan bermotor di wilayah hukum Polresta Tangerang. Angka ini meningkat 100 persen lebih dibandingkan tahun 2017 yang hanya 74 kasus.

"Dari jumlah tersebut, 51 kasus pada tahun 2017 dapat diungkap. Angka ini meningkat pada tahun 2018, dimana kami dapat mengungkap 105 kasus," ujar Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif saat pres rilis akhir tahun di ruang Rupatama Mapolresta Tangerang, Senin (31/12/2018).

Terkait meningkatkan jumlah kasus curanmor, Sabilul mengatakan bahwa pihaknya telah mengantisipasi hal itu sebelumnya. Karena menurutnya, kejahatan jalanan itu paling sering terjadi.

"Kami selalu sampaikan kepada masyarakat, tolong gunakan kunci ganda, sampai waktu itu saya videokan, apa sih yang disuka oleh curanmor, motor mana yang paling gampang dicuri, jawabannya adalah motor yang tidak dikunci ganda, yang kedua motor yang diparkir di depan rumah, motor yang diparkir di depan toko atau minimarket ditinggal kuncinya," bebernya.

"Tapi kejadian seperti ini terjadi terus, ini yang menjadi modus (curanmor). Kenapa menjadi modus?, selama motor itu dicuri ada asuransi, sepertinya juga akan terjadi terus," tambahnya.

Dalam kesempatan itu juga diungkapkan Sabilul, bahwa secara keseluruhan terjadi penurunan jumlah tindak pidana di wilayah hukum Polresta Tangerang, yaitu dari 996 kejadian pada tahun 2017 menjadi 559 perkara pada tahun 2018. Jika dipersentase, penurunan itu sekitar 42 persen.

"Dari jumlah tersebut, 51 kasus pada tahun 2017 dapat diungkap. Angka ini meningkat pada tahun 2018, dimana kami dapat mengungkap 105 kasus," jelasnya.

Sabilul juga mengapresiasi kinerja Satuan Reserse Narkoba karena berhasil mengungkap 281 kasus dengan barang bukti 3 kilogram lebih sabu-sabu, 1,7 kilogram ganja, serta barang bukti lainnya berupa ekstasi dan gorilla.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspdaan terhadap peredaran narkoba, karena disinyalir, beberapa kecamatan di Kabupaten Tangerang menjadi wilayah yang rawan peredaran barang haram tersebut.

"Salah satunya Kecamatan Cikupa, tahun 2019, kami akan meningkatkan operasi khusus di kecamatan tersebut," jelasnya.

Sementara, untuk peran masyarakat, Sabilul mengajak kelompok pemuda, Ketua RT/RW dan keluarga untuk berperan aktif mencegah peredaran narkoba. Karena berdasarkan hasil ungkap kasus itu, ia menilai peredaran narkoba di wilayah hukum Polresta Tangerang masif terjadi.

"Artinya peran masyarakat mempunyai kekuatan untuk mencegah, saya selalu katakan di setiap solat Jumat, bahwa keluargalah yang mempunya peran untuk mencegah. Kedua adalah lingkungan, seperti tokoh Pemuda, Ketua RT, RW. Apabila ada warga yang tercemar narkoba, langsung lapor ke kami," katanya.

Sementara kejadian lain yang diungkap adalah kasus kecelakaan lalu lintas, dimana angkanya masih terbilang tinggi, yaitu 141 kejadian selama 2018.(MRI/RGI)

PROPERTI
Pemerintah Hapus Batasan Domisili Pembelian Rumah Subsidi, Warga Jakarta Bisa Beli Rumah di Tangerang

Pemerintah Hapus Batasan Domisili Pembelian Rumah Subsidi, Warga Jakarta Bisa Beli Rumah di Tangerang

Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:39

Kabar baik bagi warga DKI Jakarta yang mendambakan hunian dengan harga terjangkau di kawasan sekitar Ibu Kota.

AYO! TANGERANG CERDAS
PIN SPMB Kota Tangerang Belum Masuk WhatsApp? Orang Tua Diminta Cek Data Pendaftaran 

PIN SPMB Kota Tangerang Belum Masuk WhatsApp? Orang Tua Diminta Cek Data Pendaftaran 

Jumat, 5 Juni 2026 | 13:45

Sejumlah orang tua dan calon peserta didik di Kota Tangerang masih mengeluhkan PIN Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang belum diterima melalui WhatsApp.

MANCANEGARA
Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Senin, 11 Mei 2026 | 08:11

Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.

TEKNO
Pelanggan Telkomsel di Jabotabek-Jabar Bisa Nobar Piala Dunia Cuma Modal Paket Rp25 Ribu

Pelanggan Telkomsel di Jabotabek-Jabar Bisa Nobar Piala Dunia Cuma Modal Paket Rp25 Ribu

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:05

Menyambut momentum Piala Dunia 2026, Telkomsel bersama TVRI menghadirkan ‘Bola Gembira MAXStream TV’ sebagai solusi agar masyarakat Indonesia di berbagai wilayah, tetap dapat menikmati setiap pertandingan secara lebih fleksibel.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill