Connect With Us

Kernet Truk Air Mineral Bunuh Sopir di Tangerang

Maya Sahurina | Kamis, 4 April 2019 | 20:13

Konferensi pers pengungkapan kasus pembunuhan seorang kernet truk angkutan air mineral di Mapolresta Tangerang, Kamis (4/4/2019). (TangerangNews/2019 / Maya Sahurina)

 

TANGERANGNEWS.com-Satreskrim Polresta Tangerang membekuk Miftahudin, seorang kernet truk angkutan air mineral. Pelaku dibekuk petugas karena telah membunuh rekan seprofesinya sendiri, Wildan Ari Aditia, 26.

Peristiwa berdarah itu terjadi di pinggir jalan Tol Jakarta-Merak, jalur darurat, tak jauh dari Gerbang Tol Cikupa, arah ke Merak, Rabu (27/3/2019) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.

Dibeberkan Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Sabilul Alif, motif pembunuhan itu karena pelaku tergiur uang puluhan juta dari hasil penjualan 1.400 galon air mineral yang rencananya akan dikirim ke wilayah Labuan, Banten.

Sementara, korban dibunuh pelaku dengan cara dipukul bagian belakang kepalanya menggunakan kunci roda, kemudian dicekik sampai kehabisan napas.

"Korban sedang mengecek ban mobil, ia dipukul bagian belakang kepalanya menggunakan kunci roda hingga terjatuh. Kemudian diangkat ke dalam mobil dan dipukul kembali menggunakan kunci roda sebanyak 9 kali, kemudian dicekik sampai meninggal dunia," beber Sabilul saat ungkap kasus tersebut di Mapolresta Tangerang, Kamis (4/4/2019).

Setelah berhasil menguasai truk tersebut, lanjut Sabilul, pelaku kemudian mengemudikannya menuju Rangkabitung. Kemudian menjual air mineral galonan tersebut senilai Rp49 juta.

"Setelah berhasil menjual air mineral galonan tersebut, pelaku kembali ke arah Balaraja. Kemudian meninggalkan truk dan jasad korban tersebut di Balaraja," tambahnya.

Kemudian, keesokan harinya sekitar pukul 07.00 WIB, petugas mendapatkan laporan penemuan mayat dan truk tersebut.

"Kami langsung melakukan penyelidikan, dalam tempo waktu 1x24 jam berhasil menangkap pelaku di Sukabumi keesokan harinya sekitar pukul 23.00 WIB," jelasnya.

Polisi pun kemudian membongkar bahwa pembunuhan tersebut telah direncanakan pelaku sebelumnya. Rencana tersebut telah diketahui oleh empat orang terdekat pelaku seminggu sebelumnya, mereka juga meminta bagian dari hasil penjualan air galon tersebut.

Keempat orang tersebut juga telah berhasil diamankan, yaitu Heri, Saeful Maslul dan sepasang suami isteri yakni Misbah dan Euis. Mereka ditangkap di tempat berbeda.

"Kronologinya sudah direncanakan dengan tersangka yang lain untuk mencuri Aqua galon dengan cara korban dibunuh terlebih dahulu dan rencananya hasilny dibagi-bagi," ucapnya.

Kelima pelaku pun menghadapi tuntutan hukum, dimana pelaku yaitu Miftahudin dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana sementara empat pelaku lainnya dijerat Pasal 365 KUHP.

"Pelaku utama terancam hukuman penjara seumur hidup, sementara empat pelaku lainnya maksimal 15 tahun penjara," kata Sabilul.(RMI/HRU)

OPINI
Konflik AS–Israel vs Iran: Nuklir, Energi, dan Peta Ulang Kekuatan Global

Konflik AS–Israel vs Iran: Nuklir, Energi, dan Peta Ulang Kekuatan Global

Senin, 2 Maret 2026 | 16:39

Ketegangan di Timur Tengah kembali memasuki fase paling berbahaya ketika serangan udara terkoordinasi yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel diarahkan ke target strategis di Iran.

AYO! TANGERANG CERDAS
Pendaftaran TKA SD dan SMP 2026 Dibuka 19 Januari, Ini Jadwal Lengkapnya

Pendaftaran TKA SD dan SMP 2026 Dibuka 19 Januari, Ini Jadwal Lengkapnya

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:36

Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD dan SMP dijadwalkan mulai dibuka pada Senin 19 Januari 2026.

HIBURAN
Tsubaki Hadirkan Perawatan Rambut Ala Salon Jepang Lewat Kolaborasi dengan MOIR Salon

Tsubaki Hadirkan Perawatan Rambut Ala Salon Jepang Lewat Kolaborasi dengan MOIR Salon

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:44

Pengalaman perawatan rambut dengan standar salon Jepang mulai diperkenalkan kepada konsumen di Indonesia melalui kolaborasi antara Tsubaki dan MOIR Salon.

NASIONAL
Parkir Liar Bikin UMKM Mati, Pengamat Desak Pemerintah Turun Tangan

Parkir Liar Bikin UMKM Mati, Pengamat Desak Pemerintah Turun Tangan

Selasa, 10 Maret 2026 | 22:02

Fenomena parkir liar di kawasan perkotaan dan pusat perbelanjaan kini mencapai tahap yang meresahkan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill