Connect With Us

Tumben! Pasca Lebaran di KUA ini Sepi Pasangan Menikah

Maya Sahurina | Selasa, 18 Juni 2019 | 17:50

Kepala KUA Kecamatan Tigaraksa, Hunaepi. (TangerangNews/2019 / Maya Sahurina)

TANGERANGNEWS.com-Pasangan calon pengantin yang mendaftarkan diri untuk menikah di KUA pasca Idul Fitri 1440 Hijriah ini di Kecamatan Tigaraksa masih sepi. Hal ini tidak seperti kondisi tahun-tahun sebelumnya.

Menikah usai lebaran bahkan telah menjadi semacam tradisi bagi masyarakat di Kecamatan ibukota Kabupaten Tangerang ini.

Seperti terpantau di Kantor Urusan Agama Kecamatan Tigaraksa terjadi penurunan jumlah pasangan yang menikah pasca lebaran ini yang pernah mencapai 250 pasangan, kini hanya 21 pasangan.

"Bulan Syawal ini, biasanya ramai yang menikah, sekarang sepi. Biasanya 100 sampai 250 orang," kata Hunaepi, Kepala KUA Kecamatan Tigaraksa saat ditemui di Kantor KUA Tigaraksa, Selasa (18/6/2019)

Sepinya pernikahan di bulan Syawal ini, menurut Hunaefi karena ada pasangan calon pengantin yang menikah pada saat bulan Ramadan, kemudian melangsungkan resepsi pernikahan pada bulan ini. Sementara, mereka yang mendaftar saat ini, rencananya akan menikah bulan depan 

Ia juga menyebut, masih terjadi pernikahan dini di Kecamatan tersebut. Bahkan, ada calon pengantin perempuan yang masih berusia 17 tahun.

"Rata-rata masih muda, ada juga yang masih dini  sudah mengajukan (17 tahun). Tapi kita sarankan ditunda," imbuhnya.(RMI/HRU)

HIBURAN
Yamaha Fazzio Sunset Blue Bisa Didapat Gratis, Begini Cara Ikutan Giveaway-nya

Yamaha Fazzio Sunset Blue Bisa Didapat Gratis, Begini Cara Ikutan Giveaway-nya

Sabtu, 8 Agustus 2026 | 19:30

Yamaha Indonesia menggelar giveaway berhadiah satu unit Yamaha Fazzio Special Edition Sunset Blue dalam rangka menyambut momen kembali ke sekolah.

TANGSEL
Lawan Hoaks di Dunia Digital, Diskominfo Tangsel Dorong PCNU Bikin Konten Dakwah Sejuk

Lawan Hoaks di Dunia Digital, Diskominfo Tangsel Dorong PCNU Bikin Konten Dakwah Sejuk

Sabtu, 8 Agustus 2026 | 18:17

Arus disrupsi digital yang bergerak kian masif menuntut organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU) untuk tidak sekadar ikut tren, melainkan wajib menjadi garda terdepan dalam merawat ruang digital dari ancaman hoaks

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill