Connect With Us

Peringati Hari Santri, Banser Tangerang Main Sepakbola Api

Maya Sahurina | Selasa, 22 Oktober 2019 | 09:40

Peringatan Hari Santri Nasioanl ke-5, Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Tangerang bermain sepakbola api. (@TangerangNews / Maya Sahurina)

TANGERANGNEWS.com-Peringatan Hari Santri Nasioanl ke-5 dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya cara unik yang digelar Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Tangerang.

Ratusan Banser dan santri bermain sepakbola. Namun, bola yang digunakan bukan sembarang bola, tapi bola api.

Kegiatan itu dihelat Markas Banser Pasarkemis Tangerang, Senin (21/10/2019) malam. 

Selain bermain bola api, ratusan peserta juga sebelumnya memanjatkan doa untuk para pejuang dan pendiri Nadhlatul Ulama (NU).

"Acara juga diisi dengan pembacaan satu milyar solawat nariyah sesuai intruksi dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, sebagai ikhtiar mengetuk pintu langit agar negara dan bangsa Indonesia senantiasa diberi keberkahan dan ketentraman," Kata Anwari, Komandan Banser Tangerang.

Diterangkannya, permainan Sepakbola api sendiri adalah tradisi olahraga dikalangan santri.

"Semoga ini mampu mengingatkan dan menumbuhkan kembali semangat sahabat-sahabat Banser dan santri untuk terus merawat dan mengembangkan ajaran-ajaran dan nilai-nilai kepesantrenan," imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut hadir Ratusan Banser dan santri, pengurus NU, Camat Pasarkemis dan ulama kharismatik K.H. Turmudzi.(MRI/RGI)

BANTEN
Pemprov Tegaskan RSUD Banten Tetap Layani Peserta BPJS PBI yang Datanya Terhapus

Pemprov Tegaskan RSUD Banten Tetap Layani Peserta BPJS PBI yang Datanya Terhapus

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:53

​Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi menegaskan agar tidak ada diskriminasi dalam pelayanan kesehatan di RUSD Banten.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill