Connect With Us

Liga Santri Nusantara 2019 Region Banten Dimulai

Yudi Adiyatna | Senin, 14 Oktober 2019 | 18:08

Pembukaan Liga Santri Nasional (LSN) Region Banten, oleh Wakil Bupati (Wabup) Tangerang Madromli dengan tendangan pertamanya, di Stadion Mini Solear, Senin (14/10/2019). (@TangerangNews / Yudi Adiyatna)

TANGERANGNEWS.com-Perhelatan Liga Santri Nusantara (LSN) Region Banten dimulai. Tendangan pertama liga antar pesepakbola santri pondok pesantren itu dilakukan Wakil Bupati (Wabup) Tangerang Madromli di Stadion Mini Solear, Senin (14/10/2019).

Sebanyak 14  pondok pesantren dari berbagai Kota/Kabupaten di Banten turut serta dalam kompetisi tahunan tersebut. Sementara, pada pertandingan di hari pertama, 6 tim telah bertanding untuk memperebutkan tiket menuju babak seri Nasional yang akan digelar di Bogor pada November mendatang.

BACA JUGA:

Liga Santri digelar sejak 2015 yang diprakarsai oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga bekerjasama dengan Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU).

Berbeda dengan tahun sebelumnya, LSN Region Banten tahun 2019 ini juga memperebutkan Piala Bupati Tangerang.

"Liga Santri ini menjadi ajang yang sangat strategis. Sehingga, ke depan kami akan memberikan dukungan maksimal karena liga ini digelar secara mandiri," ujar Wabup Tangerang Madromli kepada wartawan usai melakukan tendangan pertama.

Romli juga berharap, dari Liga Santri ini muncul bibit-bibit pesebakbola yang akan mengharumkan nama Kabupaten Tangerang. Terlebih, kata dia, LSN sudah terbukti menelurkan pemain nasional yang saat ini berkiprah di tim nasional yaitu M. Rafli Mursalim.

Senada, perwakilan RMI NU sekaligus panitia nasional LSN Hariyanto Ogie berharap, Pemkab Tangerang memberikan dukungan maksimal pada perhelatan LSN tahun-tahun selanjutnya.

Sebab, kata Hariyanto, LSN diselenggarakan secara mandiri. Bahkan, Banten menggelar kegiatan ini tanpa bantuan sepeserpun dari panitia pusat.

"Kami sangat bangga karena meski tanpa bantuan panitia pusat, LSN ini dapat terselenggara. Kami berharap, Pemkab Tangerang memberikan dukungan maksimal untuk LSN tahun-tahun selanjutnya, dan menjadi agenda tahunan ASKAB Kabupaten Tangerang," katanya.

Sementara, Koordinator LSN Region Banten, Khoirun Huda mengatakan, selama lima tahun digelar, prestasi Banten cukup baik, yaitu rata-rata masuk 3 besar pada seri nasional.

"Kami berharap, prestasi tahun ini menjadi lebih baik," kata Huda.

Huda memaparkan, bahwa LSN bukan hanya sekedar menjadi ajang menggodok pesebakbola asal pesantren, namun juga menjadi ajang untuk melakukan pendidikan karakter santri.

"Melalui kompetisi ini, santri dididik memiliki mental sportif dan menunjukkan akhlaknya di lapangan sepakbola. Jika mendapatkan kartu merah, maka harus menerima bahkan mencium tangan wasit. Sehingga, LSN bisa menjadi contoh baik kompetisi sepakbola di Indonesia," pungkasnya.(MRI/RGI)

KOTA TANGERANG
Sungai Cisadane Menghitam, Gubernur Banten Temukan Industri di Tangerang Jadi Biang Kerok Pencemaran

Sungai Cisadane Menghitam, Gubernur Banten Temukan Industri di Tangerang Jadi Biang Kerok Pencemaran

Minggu, 19 Juli 2026 | 22:14

Gubernur Banten Andra Soni memberikan instruksi tegas kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten untuk segera menindak industri yang terbukti mencemari Sungai Cisadane.

TANGSEL
Waspada Paket COD Bodong, Tukang Cukur di Tangsel Ditipu Ratusan Ribu Rupiah

Waspada Paket COD Bodong, Tukang Cukur di Tangsel Ditipu Ratusan Ribu Rupiah

Jumat, 17 Juli 2026 | 20:17

Peristiwa dugaan penipuan dengan modus paket Cash on Delivery (COD) terjadi di Jalan Menjangan Raya, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, pada Rabu 15 Juli 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BANDARA
Cegah Penyakit Berbahaya, 399 Anjing dan 261 Kucing Jalani Karantina Ketat di Bandara Soetta pada 2026

Cegah Penyakit Berbahaya, 399 Anjing dan 261 Kucing Jalani Karantina Ketat di Bandara Soetta pada 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 15:26

Sebagai garda terdepan biosekuriti nasional, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten terus memperkuat sistem pengawasan terhadap lalu lintas hewan yang melintasi Bandara Soekarno-Hatta.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill