Connect With Us

Tak Berbasis Data, DPRD Sorot pembangunan di Kabupaten Tangerang

Mohamad Romli | Minggu, 28 Juni 2020 | 14:47

Sekretaris Komisi 2 DPRD Kabupaten Tangerang Deden Umardani. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Sekretaris Komisi 2 DPRD Kabupaten Tangerang Deden Umardani menyoroti data penerima program jaring pengaman sosial (JPS) baik dari pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial maupun Provinsi Banten selama terjadi pandemi COVID-19 ini.

Menurut Deden, data masyarakat miskin di Kabupaten Tangerang tersebut tidak pernah diperbaharui (update) selama lima tahun terakhir.

Karenanya, ia beranggapan, tak sedikit penerima bantuan tidak tepat sasaran. "Karena datanya masih menggunakan data tahun 2015, maka tidak diketahui secara pasti jumlah masyarakat miskin di Kabupaten Tangerang saat ini," ungkap Deden kepada TangerangNews, Minggu (28/6/2020).

Tidak hanya berdampak kepada masyarakat miskin yang semestinya menerima bantuan pangan non tunai (BPNT) yang diganti nama menjadi santuan sembako pangan (BSP), tapi juga pada program-program penanggulangan kemiskinan lainnya, seperti program keluarga harapan (PKH), penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan, Kartu Pintar, beasiswa pelajar dari keluarga miskin.

"Mungkin saja kan, karena data tidak di-up date, penerima PBI BPJS terus dibayarkan preminya, sementara orangnya sudah meninggal atau berpindah alamat," katanya.

Selain itu, pada APBD 2019 Kabupaten Tangerang, pernah dianggarkan beasiswa untuk pelajar dari keluarga miskin sebesar Rp5 miliar.

"Namun karena tidak ada data, anggaran itu dirubah menjadi sebesar Rp2 miliar pada APBD perubahan tahun 2019. Tapi, ternyata tidak terserap juga, akhirnya dikembalikan ke kas daerah menjadi Silpa," terangnya.

Soal pembaharuan data ini, kata dia, sebenarnya sudah dianggarkan dalam APBD 2020 di Dinas Sosial. Namun, karena terjadi re-focusting anggaran, rencana tersebut belum terealisasi.

"Kami mendorong, agar segera dilakukan updating. Karena, bisa jadi, tersebab eksekutif tidak melakukan perencanaan pembanguan berbasis data, pembangunan di Kabupaten Tangerang bukan berdasarkan kebutuhan, namun hanya keinginan semata," katanya.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia ini juga berkomitmen akan terus mengawal persoalan ini.

"Kami akan terus tekankan, rencana pembangunan harus berdasarkan data yang akurat, sehingga hasilnya benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat," pungkasnya. (RMI/RAC)

NASIONAL
Dapat Subsidi Rp3 Juta, Pelunasan Haji Reguler 2027 Cuma Rp23,2 Juta

Dapat Subsidi Rp3 Juta, Pelunasan Haji Reguler 2027 Cuma Rp23,2 Juta

Rabu, 7 Oktober 2026 | 21:41

Komisi VIII DPR RI bersama Pemerintah resmi menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1448 H/2027 M.

SPORT
Bukan Tuan Rumah, 3 Venue di Kota Tangerang Dipakai PORPROV VII Banten 2026

Bukan Tuan Rumah, 3 Venue di Kota Tangerang Dipakai PORPROV VII Banten 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 | 19:47

Tiga sarana olahraga milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi ditunjuk sebagai lokasi pertandingan untuk tiga cabang olahraga (cabor) dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VII Banten 2026.

OPINI
Membaca Gibran, Rocky Gerung, dan Riuh Netizen

Membaca Gibran, Rocky Gerung, dan Riuh Netizen

Rabu, 7 Oktober 2026 | 20:25

Bagi sebagian besar orang, dunia akademik dan politik adalah dua kutub yang berbeda. Yang satu adalah menara gading tempat para pemikir memburu kebenaran, sementara yang lain adalah arena berlumpur tempat kekuasaan diperebutkan.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill