Satu unit truk berwarna hijau menabrak rumah warga yang ada di pinggir jalan Kiara Balaraja, Cangkudu, Balaraja, Kabupaten Tangerang, sekitar pukul 05.30 WIB, Kamis (24/12/2020). (@TangerangNews / Ahmad Nur Fauzi)
TANGERANGNEWS.com - Kecelakaan tunggal yang terjadi di Jalan Raya Serang, KM 28, dekat Pabrik Taiwaa, Kampung Ciapus, RT01/02, Desa Cangkudu, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (24/12/2020) pagi meninggalkan kepiluan luar biasa.
Kecelakaan ini melibatkan truk Hino tronton bernomor polisi B 9475 TYZ yang dikemudikan oleh Heri Setiawan ,51, warga Kampung Sukabumi, RT05/02, Desa Benteng Tengah, Sukabumi, Jawa Barat. Ironisnya, dalam kecelakaan tersebut Heri membawa serta anak dan istrinya. Sedangkan istrinya tewas dalam keadaan hamil tujuh bulan.
Kasat Lantas Polresta Tangerang AKP Roby Heri Saputra mengatakan, kecelakaan maut itu terjadi sekira jam 05.30 WIB pagi.
"Pada saat terjadinya kecelakaan, kendaraan Hino truk tronton yang dikemudikan Heri Setiawan melaju dari arah Balaraja menuju arah Serang," kata Heri, kepada wartawan di lokasi kejadian.
Setibanya di lokasi, diduga Heri mengantuk. Akibatnya, truk besar yang dikemudikannya hilang kendali dan menabrak ruko-ruko yang berada di sebelah kiri jalan. Nahas dialami istri Heri dan putrinya yang ikut menumpang dalam truk.
"Akibat Kecelakaan tersebut, istri pengemudi atas nama Kukuh ,45, mengalami luka di kepala dan meninggal di lokasi kejadian. Sedangkan penumpang atas nama Mega Kurnia yang merupakan anak pengemudi mengalami patah kaki kiri," jelasnya.
"Selanjutnya korban dievakuasi ke RSUD Kabupaten Tangerang. Istri korban Kukuh sedang hamil 7 bulan," ucapnya.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan menegur Camat Pondok Aren Hendra yang tidak hadir dalam rapat koordinasi penanganan sampah di tengah kondisi darurat sampah yang sedang dihadapi Tangsel.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bogor memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem ganjil genap di Jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat, selama akhir pekan panjang, terhitung Kamis hingga Minggu, 15–18 Januari 2026.
Kematian di Gaza tak hanya datang dari peluru dan bom. Seorang pria dan seorang anak meregang nyawa akibat runtuhnya bangunan karena cuaca ekstrem. Hingga kini, total 19 korban tewas akibat tertimbun puing telah dibawa ke rumah sakit.
Akibat banjir yang terjadi sejak hari Minggu 11 Januari 2026 hingga Jumat 16 Januari 2026, sebanyak 119 desa yang terletak di Kabupaten Tangerang terendam.
""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""