Connect With Us

Begini Kondisi Rumah Terduga Teroris di Kelapa Dua Pasca Ditangkap Densus 88

Redaksi | Rabu, 24 Maret 2021 | 18:43

Tampak Kawasan Pemukiman terduga Teroris yang ditangkap aparat Densus 88, Rabu (24/3/2021). (@TangerangNews / Fitri Nuriyah)

TANGERANGNEWS.com-Penangkapan terduga teroris di Perumahan Islamic Village, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang membuat akses masuk ke kawasan tersebut dibatasi.

Pantauan di lokasi, saat ini tidak terdapat garis polisi di sekitar tempat kejadian perkara. Hanya terlihat sejumlah sekuriti perumahan setempat yang berjaga di lokasi.

Petugas keamanan juga menolak memberikan keterangan lebih lanjut mengenai penangkapan yang terduga teroris di kawasan tersebut.

Aktivitas warga perumahan pun terlihat normal seperti biasanya.

	Tampak rumah yang di huni teroris yang berlokasi di Perumahan Islamic Village, Jalan Komari 2, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Rabu (24/3/2021).

"Yang saya tau tadi pagi ada 3 mobil polisi yang datang di depan gang Jalan Qomar II, tapi saya enggak tahu ada kejadian apa di sana," ucap salah satu pedagang es di kawasan tersebut.

Seperti diketahui, Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri menangkap seorang terduga teroris di Perumahan Islamic Village, Rabu (24/3/2021) pagi. 

Terduga teroris berinisial AM itu, digrebek sekitar pukul 07.45 WIB. Selain melakukan penangkapan, tim Densus 88 juga melakukan penggeledehan di salah satu rumah yang ditinggali terduga teroris tersebut. (RAZ/RAC)

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

OPINI
Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:29

Bagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill