Connect With Us

Cincin Tersangkut di Jari, Bocah SD di Tigaraksa Tangerang Minta Bantuan Tim Damkar BPBD 

Tim TangerangNews.com | Jumat, 22 Oktober 2021 | 20:40

Tim Damkar Pos Tigaraksa BPBD Kabupaten Tangerang saat berusaha melepaskan cincin yang tersangkut di jari anak SD, Jumat 22 Oktober 2021. (@TangerangNews / BPBD Kab Tangerang)

TANGERANGNEWS.com – Riki, seorang bocah sekolah dasar (SD) di Desa Munjul, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang melaporkan ke petugas Damkar Pos Tigaraksa Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang lantaran cincin yang dikenakan tersangkut di jari tangannya tak bisa lepas hingga membengkak. 

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tangerang Abdul Munir mengatakan, pihaknya menerima laporan langsung dari korban di Damkar Pos Tigaraksa bahwa ada cincin yang tersangkut di jari tangan korban.

“Pelapor bernama Riki, anak sekolah dasar yang baru pulang, dari Desa Munjul, Tigaraksa,” ujar Munir di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Jumat 22 Oktober 2021. 

Mendapat laporan tersebut, petugas Damkar Pos Tigaraksa bertindak cepat dengan langsung berusaha melepaskan cincin yang tersangkut di jari korban melalui bantuan alat mesin perkakas. Tim Damkar akhirnya berhasil mengeluarkan cincin yang tersangkut di jari anak SD itu.

"Cincin yang tersangkut di jari anak itu berhasil dieksekusi dengan baik oleh tim Damkar Pos Tigaraksa dengan cara digerinda mesin kecil. Ahamdulillah hanya 2 menit berhasil diatasi," kata Munir yang pernah menjabat Kabid IKP Diskominfo ini.

Munir menambahkan, saat ini tim Damkar banyak menangani laporan warga bukan hanya penanganan kebakaran dan banjir saja, tetapi laporan anak kucing terjebak di selokan air juga masuk ke BPBD.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

TANGSEL
Musim Hujan Tiba, Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir hingga Penyebaran Penyakit

Musim Hujan Tiba, Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir hingga Penyebaran Penyakit

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:36

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memperketat mitigasi banjir sekaligus kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit seiring meningkatnya intensitas hujan di wilayahnya.

OPINI
Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:29

Bagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill