Kampus Baru BINUS ASO di BSD, Mahasiswa Kembangkan Robot AI dan Tangan Prostetik
Senin, 19 Oktober 2026 | 18:28
BINUS ASO School of Engineering resmi membuka kampus baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) D-HUB BSD, Kabupaten Tangerang.
TANGERANGNEWS.com-Pihak Kepolisian mengamankan 24 orang terkait kasus tewasnya seorang pelajar dalam aksi tawuran di kolong underpass Jalan Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang.
"Sudah 24 anak yang diamankan atau dilakukan pemeriksaan. Rata-rata usia 15-16 tahun, jadi ABH (anak berhadap hukum)," jelas Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Komarudin, Selasa 29 Maret 2022.
Seperti diketahui, dalam aksi tawuran antar pelajar yang terjadi pada Senin 28 Maret 2022 ini, satu pelajar MTs 6 Tangerang berinisial NR, 16, tewas di lokasi kejadian akibat terkena tebasan pedang pada bagian kepalanya.
Kapolres mengatakan, ke-24 anak yang diamankan tersebut belum terungkap perannya saat tawuran. Namun, ada beberapa anak yang dicurigai merupakan pelaku penebasan NR sampai meregang nyawa.
"Masih kita dalami, ada tiga yang mengarah (pelaku). Ada diamankan juga baru dua bilah senjata tajam. Jenis celurit dan samurai (pedang)," ungkapnya.
Sebelumnya, insiden tawuran ini berawal saat korban bersama dua temannya berboncengan dengan sepeda motor menuju Teluknaga sekitar pukul 13.00 WIB.
Tak berselang lama, datang seorang pelajar juga mengendarai motor dan langsung melayangkan sabetan ke kepala NR.
BINUS ASO School of Engineering resmi membuka kampus baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) D-HUB BSD, Kabupaten Tangerang.
TODAY TAGPolda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.
Bagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews