Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan
Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TANGERANGNEWS.com-Libur panjang Hari Raya Waisak ini biasanya diisi warga dengan mengunjungi tempat wisata. Salah satunya yang menjadi favorit di daerah Kabupaten Tangerang adalah wisata Hutan Monyet Keramat Solear.
Di lokasi ini, pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan hewan liar berupa monyet ekor panjang jenis Macaca fascicularis, dengan memberi makan.
Sejak Senin 16 Mei 2022, pagi, wisatawan datang silih berganti ke lokasi wisata murah meriah ini. Wisatawan datang tidak hanya dari wilayah Provinsi Banten saja, melainkan dari luar kota seperti Jakarta, Jawa Barat bahkan Pulau Sumatera.
Masuk kawasan wisata ini terbilang murah yakni Rp10.000 untuk kendaraan roda empat dan Rp5.000 untuk kendaraan roda dua.
Meskipun liar, hewan monyet di lokasi ini tidak menyerang pengunjung, selama bersikap ramah dan memberi makanan.
Namun, sangat disayangkan kepadatan pengunjung berdampak pada tumpukan sampah yang berserakan di sekitar lokasi wisata karena minimnya sarana pembuangan sampah.
Di sekitar area wisata, mulai dari sampah berbahan plastik, kertas maupun botol minuman, sisa konsumsi pengunjung terlihat berserakan.
Bahkan tidak sedikit hewan monyet mencari makanan dari tumpukan sampah tersebut, sehingga dikeluhkan pengunjung karena kurangnya perhatian dari Pemkab Tangerang, kaitan sarana pembuangan sampah.
Jaynudin, pengelola tempat wisata yang tak lain adalah warga sekitar, bersyukur kembali banyak pengunjung karena dapat mengembalikan perekonomian warga. "Alhamdulillah ramai lagi semenjak pademi," katanya.
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TODAY TAGBek Timnas Indonesia Elkan Baggott mengaku sangat bangga setelah ikut mengantarkan skuad Garuda meraih gelar FIFA ASEAN Cup 2026.
Bagi sebagian besar orang, dunia akademik dan politik adalah dua kutub yang berbeda. Yang satu adalah menara gading tempat para pemikir memburu kebenaran, sementara yang lain adalah arena berlumpur tempat kekuasaan diperebutkan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews