Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals
Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15
Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.
TANGERANGNEWS.com-Menjelang akhir libur panjang Idul Fitri 1443 H, masyarakat Tangerang banyak menghabiskan waktu dengan keluarga ke tempat wisata. Mereka pada umumnya lebih tertarik ke tempat wisata yang tersedia wahana atau permainan anak, seperti waterbom, Timezone, dan tempat wisata yang terdapat hewan peliharaan.
Seperti di Branchsto Equestrian Park Pagedangan BSD, Sabtu 7 Mei 2022, terlihat ramai dikunjungi oleh warga yang mengajak anak-anaknya bermain menunggangi kuda atau melihat satwa yang tersedia lainnya.
''Lebih senang ke tempat kayak gini, karena bisa ngajak anak ke tempat yang bisa dia nikmati langsung keseruannya,'' ujar Sigit, 28, pengunjung asal Legok.
Para pengunjung di tempat wisata ini lebih banyak datang pada sore hari dibanding dengan pagi atau siang hari.
Dengan banyaknya pilihan tempat hiburan keluarga di Tangerang, masyarakat tidak perlu menghabiskan waktu menempuh perjalanan yang jauh ke tempat wisata di luar daerah.
''Dari pada jauh-jauh ke luar daerah cuma habis waktu perjalanan terus cape, pegal, dan waktu bermain terbatas, mending di Tangerang aja banyak juga tempat wisata,'' ucap Wahyu 35, pengunjung asal Curug.
Peningkatan pengunjung tidak hanya di Branchsto Equestrian Park saja, melainkan beberapa tempat hiburan, taman, mall terpantau pengunjung lebih meningkat di banding dengan hari biasanya.
Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.
TODAY TAGPemerintah secara resmi memutuskan akan mengubah status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu mulai 1 Januari 2027.
Puluhan pelatih cabang olahraga (Cabor) panahan berkuda atau horseback archery yang berasal dari 38 Provinsi di Indonesia mendapatkan training camp dari pelatih kepala Némethy Horseback Archery Academy di Hungaria, Christoph Némethy.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews