Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?
Senin, 20 April 2026 | 19:56
-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".
TANGERANGNEWS.com-Ratusan masyarakat yang merupakan anggota Badan Presidium Pembentukan Kota Tangerang Tengah (BPPKTT), hari ini berkumpul.
Kehadiran mereka di Gedung Serbaguna Saiji, Serpong Garden, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Minggu 22 Mei 2022, untuk bersilaturahmi.
Adapun ratusan anggota presidium ini berasal dari enam kecamatan, di antaranya Kecamatan Cisauk, Pagedangan, Kelapa dua, Legok, Curug dan Panongan.
Ketua Umum BPPKTT Nurdin H M Satibi mengatakan, dalam rangka persiapan dan kesiapan pembentukan Kota Tangerang Tengah, sudah terbentuk koordinator dari masing wilayah, mulai dari koordinator desa (Kordes) hingga koordinator Kecamatan (Korcam) di enam wilayah tersebut.
''Alhamdulillah dari badan persiapannya sudah terbentuk semua, dari Korcam hingga Kordes, kita bekerja secara masif. Berikutnya juga ada dukungan dari BPd, LPM dari enam Kecamatan, juga termasuk kajian sedang dipersiapkan," katanya.
Untuk selanjutnya, nanti pihaknya akan menyampaikan hal tersebut kepada Bupati dan DPRD Kabupaten Tangerang.

Satibi juga menyampaikan bahwa keinginan terbentuknya daerah otonomi baru Kota Tangerang Tengah atas dasar aspirasi dari masyarakat.
''Kami hanya sebatas keinginan dari rakyat. Selama rakyat itu setuju, kenapa tidak, karena mengajukan pemekaran ini tidak dilarang dan itu ada payung hukumnya, berdasarkan UU No 23/2004,'' paparnya.
"Sementara BPPKTT sifatnya hanya sebagai penggerak atau yang memperjuangkan aspirasi elemen masyarakat dari enam kecamatan tersebut.
"Persoalan wajar atau tidak, relevan atau tidak, itu dikembalikan lagi kepada pemerintah yang berkompenten,'' jelasnya.
-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".
TODAY TAGPerjuangan Kartini terus berlanjut hingga era masa kini dengan bermunculan penerus semangat Kartini di berbagai wilayah di Indonesia. Salah satunya Rina Rahmayanti, pendiri Rinara Batik dari Cilegon, Banten.
Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Penyanyi Vidi Aldiano dikabarkan meninggal dunia pada usia 35 tahun. Informasi tersebut disampaikan sejumlah musisi Tanah Air melalui media sosial pada Sabtu, 7 Maret 2026, dikutip dari Kompas.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews