Connect With Us

Dicerai Suami Kawin Lagi, Janda Anak 5 Tinggal di Rumah Bilik Sukamulya Tangerang Butuh Bantuan

Dimas Wisnu Saputra | Selasa, 23 Agustus 2022 | 12:32

Alpiyah, 41, bersama anak-anaknya yang tinggal di sebuah rumah tak layak huni, di Kampung Kamuning, RT01/03 Desa Benda, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, Selasa, 23 Agustus 2022. (@TangerangNews / Dimas Wisnu Saputra)

TANGERANGNEWS.com-Seorang janda beranak lima tinggal di sebuah rumah tak layak huni, di Kampung Kamuning, RT01/03 Desa Benda, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang.

Semenjak dicerai suaminya yang menikah lagi setahun lalu, kini Alpiyah, 41, harus menghidupi lima anak-anaknya yang masih kecil seorang diri.

Rumah semi permanen yang ia tempati pun milik warga. Ia diberi tempat untuk tinggal di sana. Namun kondisinya memprihatinkan, di mana temboknya masih menggunakan bilik bambu yang kini sudah lapuk dan sebagian lantainya masih tanah.

Sehari-hari Alpiyah yang kerap disapa Bi Piyok ini bekerja menjadi kuli cuci pakaian dengan upah Rp30 ribu sampai Rp50 ribu.

Meski kondisinya memprihatinkan, semangat kerja Bi Piyok tak pernah surut. Hal itu demi menghidupi dirinya dan lima anaknya yang masih kecil.

Anak pertamanya berusia 13 tahun sudah putus sekolah. Sementara yang paling bungsu berusia 2 tahun dan masih membutuhkan asupan ASI.

Bi Piyok mengaku dirinya baru tinggal satu bulan di Kampung Kamuning. Sebelumnya dia tinggal di Desa Buniayu, Kecamatan Sukamulya dengan kondisi yang sama.

"Di sini Alhamdulillah, masih dapet perhatian dari masyarakat sekitar, cuman belum punya KTP dan KK aja," katanya saat ditemui TangerangNews, Selasa 23 Agustus 2022.

Selain menjadi buruh cuci, dirinya juga menjadi buruh petik cabai merah dengan harga perkarung yang cukup murah. 

"Penghasilan tambahan itu dari metikin cabe sekarung Rp15 RB. Itu tidak langsung dibayar, tunggu temen-temen dulu kalau sudah selesai," ucapnya.

Bi Piyok berharap hanya ingin anak-anaknya bisa bersekolah, karena menurutnya sangat penting.

"Cuma ingin anak saya bisa sekolah, setidaknya sampai lulus SMA. Terus saya kalau punya modal ingin jualan, supaya tidak merepotkan orang lain," harapnya.

Sementara itu, Ketua RT 01/03, Kampung Kamuning, Tumini mengatakan, dirinya sudah membantu untuk pembuatan KTP dan KK Alpiyah untuk syarat proses mendapatkan bantuan dari pemerintah.

"Tinggal tunggu jadi, sekitar tiga hari langsung dari Disdukcapil. Paling telat seminggu. Untuk bantuan dari pusat langsung, kalau bantuan sekolah dari ibu camat," kata Tumini.

AYO! TANGERANG CERDAS
Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Jumat, 25 September 2026 | 10:54

Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

TEKNO
Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:16

Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu

KAB. TANGERANG
Swiss-Belhotel Serpong Gandeng Datik Batik, Buka Peluang UMKM Kenalkan Karya ke Publik

Swiss-Belhotel Serpong Gandeng Datik Batik, Buka Peluang UMKM Kenalkan Karya ke Publik

Jumat, 16 Oktober 2026 | 10:22

Swiss-Belhotel Serpong dan Swiss-Belcourt Serpong berkolaborasi dengan Datik Batik menggelar kegiatan peringatan Hari Batik Nasional pada Kamis, 15 Oktober 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill