Andra Soni Beri Golok Pusaka Banten ke Kemenpora, Bidik Jadi Tuan Rumah PON 2032
Kamis, 21 Mei 2026 | 23:36
Provinsi Banten menunjukkan keseriusan dan komitmennya untuk menjadi saksi sejarah pesta olahraga terbesar di tanah air.
TANGERANGNEWS.com-Sekelompok warga yang mengatasnamakan Ksatria Muda mengamuk di kantor DPRD Kabupaten Tangerang, Kamis, 25 Agustus 2022.
Mereka geram lantaran tuntutannya terkait peninjauan kembali atas kelayakan lahan rencana pembangunan RSUD Tigaraksa tidak digubris pihak legislatif.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sekelompok warga yang berjumlah lima orang tersebut mendatangi kantor wakil rakyat tersebut sekitar pukul 13.30 WIB.
Kemudian, mereka mendatangi Bagian Umum Setwan untuk menanyakan tindak lanjut surat aduan yang mereka layangkan beberapa waktu lalu terkait rencana pembangunan RSUD Tigaraksa.
Saat ditanya petugas keamanan, mereka mengamuk dan merusak sejumlah fasilitas seperti pot bunga, kursi, dan meja di area lobi DPRD Kabupaten Tangerang. Mereka juga sempat nyaris ribut dengan petugas keamanan.
Juru bicara Ksatria Muda, Faizin mengatakan, sebelumnya Ksatria Muda telah melakukan pertemuan dan berdialog dengan Komisi IV DPRD Kabupaten Tangerang. Selain itu, Ksatria Muda juga telah melayangkan surat terkait persoalan pembangunan RSUD Tigaraksa.
"Jadi, perlu kami pertegas dan garis bawahi, kami sangat mendukung dengan akselerasi pembangunan RSUD Tigaraksa. Akan tetapi, yang kami tolak adalah lokasi yang menurut kami itu sangat tidak layak untuk dipakai dalam fasilitas kesehatan," ujarnya saat dihubungi TangerangNews.
Faizin menuturkan pihaknya geram dengan DPRD Kabupaten Tangerang lantaran tuntutan masyarakat terkait peninjauan kembali atas kelayakan lahan rencana pembangunan RSUD Tigaraksa tidak digubris.
Terlebih, surat yang telah dilayangkannya juga sudah beberapa pekan tidak pernah direspons. Menurutnya, amarah warga merupakan hal yang wajar.
"Tidak ada respon yang signifikan dari Komisi IV setelah kami mengirimkan surat berkenaan dengan persoalan yang kami usut. Bagi kami, resistansi tadi adalah merupakan konsekuensi yang wajar," jelasnya.
Faizin menambahkan, pihaknya masih menunggu respons dari DPRD Kabupaten Tangerang. Jika masih tidak direspons, pihaknya akan mengancam untuk menggelar demo.
"Kami tunggu respons dari Komisi IV, jika kemudian tidak ada respon signifikan, maka kami akan menggelar aksi demonstrasi," pungkasnya.
Provinsi Banten menunjukkan keseriusan dan komitmennya untuk menjadi saksi sejarah pesta olahraga terbesar di tanah air.
TODAY TAGDunia olahraga di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diguncang kabar miring. Polda Metro Jaya saat ini tengah mendalami kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yang melibatkan seorang oknum pelatih olahraga sepatu roda
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mulai mematangkan menetapkan pembagian wilayah domisili bagi calon peserta didik terkait Seleksi Penerimaan Siswa Baru (SPMB) 2026 untuk jenjang SD dan SMP.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews