KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menyalurkan bantuan dana senilai Rp1 miliar bagi korban gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat.
Bantuan tersebut ditransfer melalui kas daerah Kabupaten Tangerang ke kas daerah Kabupaten Cianjur.
"Pak Bupati Tangerang sangat peduli, membantu Rp1 miliar ke korban bencana di Cianjur. Bantuan itu sudah ditransfer hari Senin (28 November 2022) melalui kas daerah," ungkap Sekda Maesyal Rasyid, setelah upacara HUT Korpi Ke-51 di Lapangan Maulana Yudha Negara Puspemkab Tigaraksa, Rabu 30 Novemeber 2022.
Sekda mengatakan Pemkab Tangerang sudah berkoordinasi dengan Pemkab Cianjur melalui Asisten 1 Setda. Atas bantuan itu, mereka mengucapkan berterima kasih.
"Selain bantuan berupa uang, Pemkab Tangerang juga telah mengirimkan bantuan melalui BPBD yang berupa makanan dan tenda pengungsian beserta relawan," beber Maesyal.
Dia juga menambahkan, dalam rangka HUT Korpri, Hari Kesehatan, HUT PGRI dan Hari Guru, dilakukan penggalangan dana untuk disalurkan kepada korban bencana Cianjur, khususnya bagi yang berprofesi guru dan ASN.
"Semoga bantuan ini dapat meringankan beban korban gempa. Kami doakan agar Cianjur segera bangkit kembali," kata Maesyal yang juga Ketua Korpri Kabupaten Tangerang.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGSebanyak 16 lokasi di Banten masih dalam proses pembangunan jaringan listrik perdesaan. PLN UID Banten menargetkan seluruh jaringan tersebut dapat selesai dan mulai menyala pada akhir Desember 2026.
Polres Metro Tangerang Kota memperketat pendampingan terhadap para pelajar di wilayah hukumnya melalui optimalisasi peran Bhabinkamtibmas sebagai "Bapak Asuh".
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews