Connect With Us

Lalu Lintas Kendaraan Libur Nataru Paling Banyak di Gerbang Tol Cikupa

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 27 Desember 2024 | 20:45

Ilustrasi kendaraan di Gerbang Tol Cikupa, Kabupaten Tangerang. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Polri mengungkap data perjalanan keluar Jakarta periode Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, masih terjadi hingga Kamis 26 Desember 2024.

Tercatat, data perlintasan keluar Jakarta paling banyak adalah melalui Gerbang Tol (GT) kupa arah Tangerang dan Merak.

“Ada kendaraan keluar 48.914 dan masuk 39.863,” ungkap Juru Bicara Operasi Lilin 2024 Kombes Pol Syamsu Ridwan, Jumat 27 Desember 2024.

Syamsu merinci, untuk GT Cikampek Utama arah Trans Jawa terdapat kendaraan keluar 27.965 dan masuk 21.730. Kemudian, dari GT Kalihurip Utama arah Bandung, kendaraan keluar 29.413 dan masuk 31.903.

Selanjutnya, melalui GT Merak kendaraan keluar 6.730 dan masuk 6.687. Terakhir, GT Ciawi arah Puncak, kendaraan keluar 26.859 dan masuk 31.386.

"Kami mengimbau masyarakat untuk memastikan kondisi fisik sehat dan kendaraan dalam keadaan layak sebelum bepergian. Jaga jarak aman, konsentrasi selama berkendara, dan manfaatkan rest area untuk beristirahat," ujar Syamsu.

Pastikan saldo uang elektronik mencukupi untuk menghindari kendala di jalan tol. Kepolisian juga menyediakan layanan informasi di call center 1-500-669 dan SMS Center 9119.

TANGSEL
Sambut Tahun Ajaran Baru, 106 Anak di Tangsel Ikut Khitanan Massal PSI

Sambut Tahun Ajaran Baru, 106 Anak di Tangsel Ikut Khitanan Massal PSI

Minggu, 5 Juli 2026 | 20:27

Sebanyak 106 anak di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengikuti khitanan masal yang digelar Partai Solidaritas Indonesia di kawasan Ciputat Timur pada Minggu, 5 Juli 2026.

WISATA
Perahu Keramat Berusia Ratusan Tahun Dimandikan di Festival Peh Cun Tangerang

Perahu Keramat Berusia Ratusan Tahun Dimandikan di Festival Peh Cun Tangerang

Jumat, 19 Juni 2026 | 14:05

Ribuan pengunjung dari berbagai daerah memadati Klenteng Koet Goan Bio (Mpeh Peh Cun) Karawaci, Kota Tangerang. Mereka hadir untuk menyaksikan langsung kemeriahan Festival Budaya Pertjon (Peh Cun), sebuah tradisi khas warga Cina Benteng

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill