Connect With Us

Pabrik Plastik di Tigaraksa Diduga Bikin Warga Sesak Nafas hingga ISPA, Lokasi Dekat Dapur MBG

Muhamad Yusri Hidayat | Senin, 20 Oktober 2025 | 18:57

Pabrik plastik di pinggir Jalan KH. Moch Ahyar, Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, yang asap produksinya diduga menyebabkan warga sesak nafas dan sakit ISPA, Senin 20 Oktober 2025. (@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)

TANGERANGNEWS.com-Warga Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, mengaku terganggu oleh bau tajam yang diduga berasal dari asap pembakaran biji plastik milik PT Tiraplas Inti Kreasi.

Asap tersebut dinilai mengganggu kenyamanan dan dikhawatirkan berdampak buruk pada kesehatan warga sekitar.

Warga melaporkan bahwa bau menyengat dari pabrik tersebut membuat beberapa orang mengalami sesak napas.

Bahkan, ada bayi yang dikabarkan harus menjalani perawatan di rumah sakit setelah diduga terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan asap pabrik.

“Bau asapnya menyengat sekali, terutama saat malam. Anak saya sampai batuk dan sesak napas karena menghirup bau kuat dari pabrik itu,” tutur seorang warga yang namanya enggan disebutkan.

Hasil pantauan di lokasi menunjukkan, pabrik dengan pintu gerbang besi berwarna biru tersebut terletak di pinggir Jalan KH. Moch Ahyar, Desa Sodong. 

Letaknya berdekatan dengan tempat ibadah Vihara serta dapur umum program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain itu, di area pabrik tidak tampak adanya papan nama perusahaan. Bangunan pabrik yang berdinding seng sederhana tersebut juga tidak memiliki cerobong asap, sehingga asap hasil pembakaran biji plastik langsung menyebar ke permukiman warga di sekitarnya.

Nendi, Sekretaris Desa Sodong mengatakan bahwa pihak desa telah melakukan inspeksi mendadak ke pabrik tersebut sekitar dua minggu lalu, usai menerima aduan dari masyarakat.

 "Sudah kami sidak sekitar dua minggu lalu, kami datangi setelah ada keluhan dari warga karena yang terdampak ini kan warga kami," imbuhnya. 

Nendi menuturkan, pihak desa telah meminta perusahaan tersebut untuk memperlihatkan dokumen izin operasional, namun sampai saat ini belum mendapatkan tanggapan.

"Pihak perusahaan memang mengatakan akan membuat cerobong asap dan akan menunjukan izinnya, tapi sampai sekarang belum ada," tuturnya.

Ketika dikonfirmasi ke pihak pabrik, Lius selaku kepala produksi menjelaskan pabrik tersebut telah beroperasi selama kurang lebih satu tahun dan mempekerjakan sekitar 20 orang karyawan.

“Kami memproduksi plastik untuk komponen pemberat kipas angin. Prosesnya memang melibatkan pemanasan dan peleburan biji plastik,” jelasnya.

Menanggapi keluhan warga terkait asap yang mengganggu, Lius mengaku tidak mengetahui hal tersebut dan menyebut bahwa urusan perizinan merupakan tanggung jawab pihak manajemen di atasnya.

"Soal izin juga itu bos saya yang tahu, saya cuma pekerja dan sekarang bos saya sedang tidak ada di tempat. Jika ingin bertemu, silakan bersurat dulu," ucapnya.

TOKOH
Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:53

Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.

BANTEN
Hari Pertama SPMB Banten 2026 Jalur Domisili Lingkungan Terkendala Titik Koordinat

Hari Pertama SPMB Banten 2026 Jalur Domisili Lingkungan Terkendala Titik Koordinat

Kamis, 11 Juni 2026 | 05:17

Sejumlah kendala muncul pada hari pertama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 untuk jenjang SMA, SMK, dan SKh.

PROPERTI
Hunian Berdesain Jepang di BSD Jadi Incaran Generasi Muda, Terjual 90% dalam Sebulan

Hunian Berdesain Jepang di BSD Jadi Incaran Generasi Muda, Terjual 90% dalam Sebulan

Selasa, 9 Juni 2026 | 16:06

Tren pasar properti nasional di tahun 2026 masih didominasi oleh tingginya minat masyarakat terhadap hunian tapak (landed house).

BISNIS
Dampak Rupiah Melemah, Industri Minuman Kemasan Tertekan Biaya Produksi dan Daya Beli

Dampak Rupiah Melemah, Industri Minuman Kemasan Tertekan Biaya Produksi dan Daya Beli

Jumat, 5 Juni 2026 | 23:57

Industri makanan dan minuman nasional, khususnya sektor minuman kemasan, terus menunjukkan resiliensinya sebagai salah satu tulang punggung manufaktur di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill