Connect With Us

Sukses Tekan Stunting, Kabupaten Tangerang Terima Insentif Fiskal Rp7,2 Miliar dari Menkeu Purbaya

Muhamad Yusri Hidayat | Rabu, 12 November 2025 | 15:39

Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi saat menerima insentif Rp7,2 miliar dari Kementerian Keuangan karena berhasil menekan angka stunting dengan jumlah tertinggi di Indonesia. (TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)

TANGERANGNEWS.com-Karena dinilai berhasil menekan angka stunting sepanjang tahun anggaran 2025, Kabupaten Tangerang menerima dana insentif fiskal sebesar Rp7,2 miliar dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Kepala Dinas kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi mengungkapkan pihaknya berhasil menurunkan angka stunting dari 7,7 persen atau 17.154 kasus pada tahun 2024 menjadi 5,3 persen atau 11.036 kasus pada tahun 2025.

"Atas keberhasilan itu, kita mendapatkan insentif Rp7,2 miliar," ungkap Hendra saat diwawancara via telpon, pada Rabu 12 November 2025.

Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 330 Tahun 2025 yang ditetapkan pada 10 November 2025, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menetapkan alokasi dana insentif fiskal sebesar Rp300 miliar untuk 3 provinsi, 38 kabupaten, dan 9 kota.

Dari total tersebut, Kabupaten Tangerang menjadi salah satu penerima dengan nilai insentif tertinggi di tingkat nasional.

"Insentif yang kita dapat itu tertinggi se-Indonesia," ujarnya.

Hendra menjelaskan, insentif itu akan digunakan untuk memaksimalkan program penanganan stunting. Pasalnya, masih terjadi kesenjangan kasus kekurangan gizi pada balita di Kabupaten Tangerang.

"Untuk program-program ini, prioritas penekanan stunting, terutama untuk jamban, kemudian rumah tidak layak huni, makanan tambahan dan juga sanitasi lingkungan," terangnya.

Lebih lanjut, Hendra menyebutkan bahwa kasus stunting terbanyak di Kabupaten Tangerang terdapat di Kecamatan Gunung Kaler, sedangkan Kecamatan Pagedangan menjadi wilayah yang paling berhasil menurunkan angka stunting.

"Untuk Gunung Kaler itu tertinggi yaitu 7,4 persen atau sekitar 984 kasus, yang paling sedikit itu Pagedangan hanya 1,6 persen atau sekitar 64 kasus," tandasnya.

BANTEN
Hari Pertama SPMB Banten 2026 Jalur Domisili Lingkungan Terkendala Titik Koordinat

Hari Pertama SPMB Banten 2026 Jalur Domisili Lingkungan Terkendala Titik Koordinat

Kamis, 11 Juni 2026 | 05:17

Sejumlah kendala muncul pada hari pertama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 untuk jenjang SMA, SMK, dan SKh.

KAB. TANGERANG
Antrean Pertamax di SPBU Tangerang Sepi Gegara Harga Naik, Warga Terpaksa Pakai Pertalite

Antrean Pertamax di SPBU Tangerang Sepi Gegara Harga Naik, Warga Terpaksa Pakai Pertalite

Rabu, 10 Juni 2026 | 21:31

Kenaikan harga yang terjadi pada bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax memunculkan keluhan dari sebagian warga Kabupaten Tangerang.

TEKNO
Waspada! Ada 263 Ribu Link Penjualan Online Kosmetik Ilegal Beredar di Indonesia

Waspada! Ada 263 Ribu Link Penjualan Online Kosmetik Ilegal Beredar di Indonesia

Jumat, 5 Juni 2026 | 18:50

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia (RI), Taruna Ikrar mengungkapkan ada sebanyak 263.000 link penjualan kosmetik ilegal yang telah beredar di seluruh wilayah Indonesia.

PROPERTI
Hunian Berdesain Jepang di BSD Jadi Incaran Generasi Muda, Terjual 90% dalam Sebulan

Hunian Berdesain Jepang di BSD Jadi Incaran Generasi Muda, Terjual 90% dalam Sebulan

Selasa, 9 Juni 2026 | 16:06

Tren pasar properti nasional di tahun 2026 masih didominasi oleh tingginya minat masyarakat terhadap hunian tapak (landed house).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill