TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mengajukan pembangunan tanggul dan pintu air pada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau, Ciujung, dan Cidurian sebagai upaya untuk mengatasi banjir yang melanda di berberapa wilayahnya.
Sebagai informasi, luapan Sungai Cidurian menjadi penyebab banjir beberapa daerah di Kabupaten Tangerang, seperti Jayanti dan Kresek.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan pihaknya sudah menanggapi permohonan yang diinginkan sebagai solusi untuk menangani banjir di wilayahnya.
"Tadi warga sudah menyampaikan untuk membangun pintu air dan juga tanggul sebagai solusi untuk mengatasi banjir, jadi permohonan-permohonan ini akan segera kita tindaklanjuti," ujar Maesyal saat meninjau banjir di Jayanti, pada Jumat 16 Desember 2026.
Ia menjelaskan, pembangunan tanggul masih sedang dikoordinasikan dengan BBWS, sedangkan untuk pembangunan pintu air paling lambat akan dimulai pada tahun 2027 mendatang.
"Mudah-mudahan ini (pembangunan) pintu air bisa kita lakukan di tahun 2026, paling lambat 2027 karena anggaran 2026 kan sudah jalan juga," jelasnya.
Senada dengan Maesyal, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Iwan Firmansyah menerangkan, pihaknya sedang mempercepat upaya pembangunan tanggul dan juga pintu air, sebagai solusi untuk menangani banjir yang ada di Kabupaten Tangerang.
"Kita sudah berkoordinasi dengan Pak Deddy, Kepala BBWS C3. Mereka akan menarik anggaran darurat dan anggaran yang sedang ditender di Cidurian supaya dialokasikan ke wilayah Kabupaten Tangerang," tutupnya.