TANGERANGNEWS.com-Sebuah insiden maut terjadi di pergudangan PT Harindra Sukses Bersama, di Jalan Raya Serang KM 32, Kampung Sumur Bandung, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Jumat 3 April 2026.
Seorang pekerja berinisial IB dilaporkan meninggal dunia setelah terlindas truk kontainer yang dikemudikan oleh rekan kerjanya sendiri saat sedang beristirahat.
Kronologis Kejadian
Peristiwa tragis ini bermula ketika korban sedang menunggu proses bongkar muat barang di area gudang sekita pukul 13.00 WIB. Diduga karena kelelahan, korban memutuskan untuk beristirahat di lokasi yang sangat berbahaya.
Korban tertidur di bawah mobil kontainer dengan posisi kepala sejajar dengan kendaraan, sementara badan dan kaki berada di samping ban.
Sopir truk berinisial JA datang dan langsung menaiki kendaraan tanpa menyadari kehadiran IB yang sedang terlelap di bawah kolong truk.
Lalu, JA menghidupkan mesin dan mulai memajukan kendaraan. Rekan kerja lainnya yang melihat kejadian tersebut spontan berteriak histeris untuk menghentikan laju truk.
"Rekan yang sadar langsung memberitahukan sopir bahwa korban telah terlindas. Mengetahui hal tersebut, sopir segera menghentikan kendaraan. Namun sayangnya, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia," ujar Kabidhumas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, Minggu 4 April 2026.
Pihak kepolisian segera bergerak cepat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Saat ini, sejumlah barang bukti telah diamankan untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut, antara lain aatu unit mobil kontainer, STNK dan kunci kontak kendaraan.
Jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD Balaraja untuk penanganan medis sebelum diserahkan ke pihak keluarga.
Imbauan Keselamatan Kerja
Menanggapi peristiwa memilukan ini, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea memberikan peringatan keras kepada seluruh pekerja, terutama di area operasional alat berat.
"Kami mengimbau masyarakat dan para pekerja agar selalu mengutamakan keselamatan kerja (K3). Pastikan area sekitar aman sebelum mengoperasikan kendaraan berat guna mencegah kecelakaan serupa terulang kembali," pungkasnya.
Kasus ini kini dalam penanganan intensif pihak kepolisian untuk menentukan apakah ada unsur kelalaian pidana dalam insiden tersebut.