Connect With Us

Jadi Basis Industri, Daya Saing Kabupaten Tangerang Tertinggal dari Tangsel dan Serang

Fahrul Dwi Putra | Selasa, 21 April 2026 | 10:59

Acara Grand Opening Teaching Factory (TEFA) TPM & TSM Pengembangan SMK Berbasis Industri 4.0, di SMKN 8 Kabupaten Tangerang, Rabu, 8 Mei 2024. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Kabupaten Tangerang yang dikenal sebagai daerah kawasan pusat industri justru berbanding terbalik dengan daya saingnya yang terpaut cukup jauh dari wilayah lain di Provinsi Banten. 

Hal itu diketahui melalui data Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 yang dirilis oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). 

Berdasarkan data, Kabupaten Tangerang mencatat skor 3,99 dan berada di peringkat keempat di Banten. Posisi tersebut berada di bawah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang meraih skor 4,29 dan Kota Tangerang sebesar 4,13. 

Bahkan, Kabupaten Tangerang juga masih tertinggal dari Kota Serang yang mencatat 4,06.

Kondisi ini menunjukkan besarnya aktivitas industri pun belum otomatis diikuti kualitas daya saing yang merata. 

Kabupaten Tangerang selama ini dikenal sebagai kawasan industri dan manufaktur terbesar, namun indikator penilaian menunjukkan masih adanya beberapa kelemahan mendasar.

Pada pilar pasar produk, Kabupaten Tangerang hanya mencatat skor 2,93. Sementara pada dinamika bisnis, nilainya berada di angka 2,90. Kedua indikator ini menggambarkan iklim persaingan usaha dan kemudahan berbisnis di Kabupaten Tangerang belum berjalan optimal.

Di sisi lain, Kota Tangsel yang berada di posisi teratas memiliki skor tinggi di berbagai indikator. Meski demikian, wilayah ini juga mencatat dinamika bisnis sebesar 2,96, yang menunjukkan masih adanya hambatan dalam aktivitas usaha.

Hal serupa terlihat di Kota Tangerang. Dengan skor total 4,13, kota ini unggul dalam adopsi teknologi dan ukuran pasar, namun dinamika bisnisnya tercatat 2,88, yang menjadi salah satu titik lemahnya.

Sementara itu, Kota Serang justru menunjukkan performa yang lebih stabil pada beberapa indikator. 

Pasar produk di Kota Serang mencapai 4,93 dan dinamika bisnis 3,43, lebih tinggi dibanding Kabupaten Tangerang.

Secara keseluruhan, rata-rata skor kabupaten/kota di Provinsi Banten berada di angka 3,81, sedangkan skor provinsi 3,95. 

Jika ditelisik, Kabupaten Tangerang memang masih berada di atas rata-rata, namun jarak keunggulannya tidak terlalu jauh dan mulai terkejar daerah lain.

Di bagian bawah, Lebak dan Pandeglang masih mencatat skor masing-masing 3,41 dan 3,24. Kedua wilayah ini masih terkendala pada infrastruktur dan akses ekonomi.

KOTA TANGERANG
Empat Bulan Jelang Porprov, KONI Kota Tangerang Gaspol Susun Strategi Pemenangan

Empat Bulan Jelang Porprov, KONI Kota Tangerang Gaspol Susun Strategi Pemenangan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:21

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tangerang serius menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten 2026 yang akan berlangsung di Kota Tangerang Selatan.

AYO! TANGERANG CERDAS
Pemprov Banten Prioritaskan Jurusan Berbasis AI dan Industri di SMK

Pemprov Banten Prioritaskan Jurusan Berbasis AI dan Industri di SMK

Rabu, 15 Juli 2026 | 19:47

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyiapkan evaluasi sejumlah program keahlian di sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk menyesuaikan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.

TOKOH
Innalillahi, Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi Meninggal Dunia

Innalillahi, Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi Meninggal Dunia

Minggu, 19 Juli 2026 | 21:25

Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi meninggal dunia pada Minggu, 19Juli 2026. Kabar duka tersebut tersebar melalui pesan singkat WhatsApp serta akun-akun dinas di Kota Tangerang.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill