Connect With Us

Pemkab Tangerang Alokasikan Rp25,5 Miliar untuk Program Beasiswa 679 Mahasiswa

Muhamad Yusri Hidayat | Kamis, 23 April 2026 | 15:49

Sekda Kabupaten Tangerang Soma Atmaja ditemui awak media di GSG Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, terkait beasiswa Tangerang Gemilang untuk 679 mahasiswa, Kamis, 23 April 2026. (@TangerangNews / Yusri Hidayat)

‎TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menggelar Program Beasiswa Tangerang Gemilang untuk pendidikan ke Perguruan Tinggi jenjang Strata-1 (S1‎).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Soma Atmaja mengatakan pihaknya menyediakan kuota sebanyak 679 untuk masyarakat yang ada di wilayahnya agar bila melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi.

‎"Jumlah kuota tahun ini 679 kuota. Jauh daripada tahun sebelumnya, tahun kemarin baru 235," ujarnya, pada Kamis 23 April 2026.

Adapun dana yang dialokasikn untuk ratusan mahasiswa tersebut mencapai Rp25,5 Miliar dari APBD 2026.

‎"Tahun ini Rp22 Miliar dan di ABT ditambah Rp3,5 Miliar, jadi totalnya Rp25,5 Miliar," tutur Soma.

Ia menjelaskan 679 peserta yang diterima tersebut dapat mendaftar di 33 Universitas.

Rincinnya meliputi Swiss German University, IPB University, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Al Azhar Kairo Mesir, Universitas Prasetya ‎Mulya, Universitas Muhamadiyah Tangerang, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Universitas Islam Syekh-Yusuf, Institut Teknologi Indonesia, dan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. 

‎Lalu ada Universitas Muhammadiyah A.R. Fachrudin, Universitas Pamulang, Universitas Yatsi Madani, Tanri Abeng University, Universitas Raharja, Universitas Pradita, Universitas Salakanagara, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ppi, Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, dan Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD.

‎Selain itu ada, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjajaran, Universitas Esa Unggul, Universitas Tangerang Raya, Universitas Pramita, Universitas Cendekia Abditama, Universitas Insan, Pembangunan Indonesia, STISNU, Nusantara Tangerang, Universitas Dharma Indonesia, Universitas Terbuka Serang, Politeknik Pelayaran Banten, Yarsi Pratama University hingga Politeknik Yusuf Mansur. 

‎"Insyaallah kita juga sekolahkan ke luar negeri seperti ke Mesir, mungkin tahun depan insya Allah ke China," jelasnya. 

‎Soma berharap, program Beasiswa Tangerang Gemilang ini akan terus dilakukan untuk tahun-tahun kedepan.

Menurutnya, pendidikan menjadi kunci untuk mengentaskan permasalahan kemiskinan yang ada di Kabupaten Tangerang. 

‎"Ini menjadi gagasan yang harus terus bergulir, karena sekali lagi, ‎tidak ada cara instan untuk menghapus kemiskinan selain dengan pendidikan," tutupnya.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BANDARA
Mantan Dirut Angkasa Pura Kargo Jadi Tersangka, Rugikan Negara Rp4,94 Miliar

Mantan Dirut Angkasa Pura Kargo Jadi Tersangka, Rugikan Negara Rp4,94 Miliar

Jumat, 23 Oktober 2026 | 13:46

Mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura Kargo (APK) berinisial GM ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang dalam perkara dugaan korupsi kerja sama pengoperasian pesawat udara tahun 2022.

BANTEN
Ada 160 Perusahaan Tambang Berizin di Banten, Pemprov Pantau Kewajiban Reklamasi Lahan

Ada 160 Perusahaan Tambang Berizin di Banten, Pemprov Pantau Kewajiban Reklamasi Lahan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 19:41

Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten mencatat sebanyak 160 perusahaan pertambangan telah mengantongi izin operasi produksi di wilayah Banten.

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill