Connect With Us

Tragis! Hendak Berikan Kue untuk Wali Kelas, Siswa SMP di Tangerang Tewas Dipepet Gerombolan Pelajar

Muhamad Yusri Hidayat | Senin, 26 Oktober 2026 | 07:05

Siti Hoerohtul Masruroh menunjukkan foto anaknya Muhammad Wildan Alfarizqi yang tewas akibat dipepet sekelompok pelajar. (TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)

‎TANGERANGNEWS.com-Seorang pelajar SMP bernama Muhammad Wildan Alfarizqi tewas secara tragis di Jalan Raya Cisauk-Jaha, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang.

Ia terjatuh dari motornya hingga membentur aspal usai dipepet sekelompok pelajar dari sekolah berbeda.

‎Berdasarkan rekaman kamera CCTV yang beredar, peristiwa tersebut terjadi pada Selasa 20 Oktober 2026.

‎Dalam video tersebut, terlihat juga korban yang menaiki sepeda motor bewarna putih tersebut, tampak tengah dikejar oleh dua orang pelajar yang berboncengan. Aksi itu diduga dilakukan pelaku sebagai bentuk intimidasi terhadap pelajar lain.

‎Ibu korban, Siti Hoerohtul Masruroh mengatakan, peristiwa itu bermula saat anaknya hendak memberikan kue untuk wali kelasnya. 

‎Dalam perjalanan, korban yang merupakan siswa SMP Insan Kamil tersebut tiba-tiba dikejar oleh sekelompok pelajar berjumlah lima orang.

‎"Mereka ada lima orang berboncengan dua motor, yang satu motor lagi sudah pulang. Yang satu motor isi dua anak, itu mengikuti sampai Jaha sampai akhirnya Wildan jatuh," ujar Masruroh, Minggu 25 Oktober 2026.

‎Masruroh menjelaskan, awalnya dirinya mengira kejadian yang menimpa anaknya hanyalah kecelakaan lalu-lintas biasa.

Namun, sehari setelah korban meninggal dunia, terdapat wali murid yang datang untuk menginformasikan bahwa korban tewas terjatuh akibat dipepet pelajar lain. 

‎"Saya belum melaporkan, cuma hanya dimediasi aja kemarin. Saya ketemu sama ibu guru terduga pelaku. Hukumannya hanya skorsing aja 10 hari," jelasnya. 

‎Masruroh mengaku merasa keberatan atas hukuman yang diberikan pada para terduga pelaku yang mengakibatkan anaknya tewas.

‎Ia berharap, aparat kepolisian dapat memproses kasus tersebut seadil mungkin sehingga anaknya memperoleh perlindungan dan kepastian hukum atas peristiwa yang dialaminya.

‎"Saya merasa keberatan hukuman untuk terduga pelaku hanya skorsing 10 hari. Menurut saya, itu terlalu ringan untuk 

‎saya yang sudah kehilangan anak saya. Yang saya harapin ya bisa dihukum setimpal atas perbuatannya," tegasnya.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

KOTA TANGERANG
Pria di Benda Tangerang Nekat Curi Honda PCX Demi Kebutuhan Hidup

Pria di Benda Tangerang Nekat Curi Honda PCX Demi Kebutuhan Hidup

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:13

Seorang pria berinisial EM diciduk polisi lantaran nekat mencuri sepeda motor Honda PCX milik warga di kawasan Belendung, Kecamatan Benda, Kota Tangerang.

TANGSEL
Pemuda Masjid di Tangsel Dibekali Keterampilan Coding dan Konten Digital

Pemuda Masjid di Tangsel Dibekali Keterampilan Coding dan Konten Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:41

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar program pelatihan keterampilan digital bagi kalangan pemuda masjid.

BANDARA
Mantan Dirut Angkasa Pura Kargo Jadi Tersangka, Rugikan Negara Rp4,94 Miliar

Mantan Dirut Angkasa Pura Kargo Jadi Tersangka, Rugikan Negara Rp4,94 Miliar

Jumat, 23 Oktober 2026 | 13:46

Mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura Kargo (APK) berinisial GM ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang dalam perkara dugaan korupsi kerja sama pengoperasian pesawat udara tahun 2022.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill