TANGERANGNEWS.com-Seorang pelajar SMP bernama Muhammad Wildan Alfarizqi tewas secara tragis di Jalan Raya Cisauk-Jaha, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang.
Ia terjatuh dari motornya hingga membentur aspal usai dipepet sekelompok pelajar dari sekolah berbeda.
Berdasarkan rekaman kamera CCTV yang beredar, peristiwa tersebut terjadi pada Selasa 20 Oktober 2026.
Dalam video tersebut, terlihat juga korban yang menaiki sepeda motor bewarna putih tersebut, tampak tengah dikejar oleh dua orang pelajar yang berboncengan. Aksi itu diduga dilakukan pelaku sebagai bentuk intimidasi terhadap pelajar lain.
Ibu korban, Siti Hoerohtul Masruroh mengatakan, peristiwa itu bermula saat anaknya hendak memberikan kue untuk wali kelasnya.
Dalam perjalanan, korban yang merupakan siswa SMP Insan Kamil tersebut tiba-tiba dikejar oleh sekelompok pelajar berjumlah lima orang.
"Mereka ada lima orang berboncengan dua motor, yang satu motor lagi sudah pulang. Yang satu motor isi dua anak, itu mengikuti sampai Jaha sampai akhirnya Wildan jatuh," ujar Masruroh, Minggu 25 Oktober 2026.
Masruroh menjelaskan, awalnya dirinya mengira kejadian yang menimpa anaknya hanyalah kecelakaan lalu-lintas biasa.
Namun, sehari setelah korban meninggal dunia, terdapat wali murid yang datang untuk menginformasikan bahwa korban tewas terjatuh akibat dipepet pelajar lain.
"Saya belum melaporkan, cuma hanya dimediasi aja kemarin. Saya ketemu sama ibu guru terduga pelaku. Hukumannya hanya skorsing aja 10 hari," jelasnya.
Masruroh mengaku merasa keberatan atas hukuman yang diberikan pada para terduga pelaku yang mengakibatkan anaknya tewas.
Ia berharap, aparat kepolisian dapat memproses kasus tersebut seadil mungkin sehingga anaknya memperoleh perlindungan dan kepastian hukum atas peristiwa yang dialaminya.
"Saya merasa keberatan hukuman untuk terduga pelaku hanya skorsing 10 hari. Menurut saya, itu terlalu ringan untuk
saya yang sudah kehilangan anak saya. Yang saya harapin ya bisa dihukum setimpal atas perbuatannya," tegasnya.