Connect With Us

Lapor Polisi, Keluarga Ingin Erfin Diotopsi

| Jumat, 13 Juli 2012 | 18:43

Ibu Erfi didepan jenazah anaknya. (tangerangnews / dira)




TANGERANG
-Pihak keluarga meminta agar polisi melakukan otopsi terhadap jenazah Erfin Juniyantoro, 19, untuk mengetahui penyebab kematiannya. Jika terbukti ada unsur penganiayaan, pihak keluarga akan membawa kasus tersebut ke jalur hukum.

"Sebenarya kami sudah mengikhlaskan. Tapi ada pihak keluarga kami minta penyelidikan dilanjutkan untuk melakukan visum pada jenazah Erfin, supaya jelas penyebab kematiannya," kata kakak korban, Hari Wibowo, 29.

Hari juga merasa curiga dengan kematian adiknya. Karena selama ini, Erfin tidak punya riwayat penyakit serius. "Saat saya mengantar Erfin ke BP2IP pada Senin kemarin, kondisinya masih fit dan normal. Saya tidak percaya setelah ikut pelatihan dia meninggal," katanya.

Ia juga kecewa pada pihak BP2IP karena baru mengabarkan kejadian tersebut pada Kamis sore, setelah kondisi Erfin kritis. Padahal Erfin mengalami sakit sejak Rabu. "Berdasarkan info yang kita dapat, Erfin sakit sejak hari Rabu karena kakinya luka-luka, sampai dia dirawat di poliklinik. Tapi setelah dia masuk rumah sakit, kita baru dikabari. Awalnya mereka bilang, Erfin kesurupan. Saat kita liat kondisinya sudah kritis," terang Hari.

Hari mengaku ikut keluarga juga ingin menempuh proses proses hukum. Namun ia ingin polisi mengusut pelakunya, bukan memproses hukum instansinya. "Saya ingin pelakunya ditangkap kalau terbukti ada tindak kekerasan," tandasnya.(RAZ)
MANCANEGARA
Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Senin, 11 Mei 2026 | 08:11

Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.

BISNIS
Warga Banten Makin Jarang Pakai Uang Tunai, Transaksi QRIS Tembus Rp34 Triliun

Warga Banten Makin Jarang Pakai Uang Tunai, Transaksi QRIS Tembus Rp34 Triliun

Kamis, 14 Mei 2026 | 14:20

Penggunaan pembayaran digital di Provinsi Banten terus melonjak sepanjang awal 2026. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten mencatat nilai transaksi menggunakan QRIS mencapai lebih dari Rp34 triliun.

OPINI
Indonesia Surga Mafia Judol Internasional?

Indonesia Surga Mafia Judol Internasional?

Minggu, 17 Mei 2026 | 15:42

Pada 9 Mei 2026 Bareskrim Polri menahan 320 WNA pelaku sindikat judi online di gedung perkantoran Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Setiap tahun selalu ada penangkapan sindikat Judol.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill