Connect With Us

Hamili Pacar Dilarang Ikut UN, Siswa Ngadu ke Komnas PA

| Selasa, 2 April 2013 | 20:26

Siswi sedang mengerjakan UN. (tangerangnews / mumu)

 
 
TANGERANG-Lantaran diketahui telah menikah, Sudirman, siswa kelas XII SMAN 7, Kabupaten Tanggerang dilarang pihak sekolahnya mengikuti Ujian Nasional (UN), yang akan digelar pada 15 Appril mendatang.

Atas kejadian tersebut, pelajar tersebut melaporkankan kasus ini ke Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Jalan TB Simatupang, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Sudirman mengutarakan, pihak sekolah melarangnya ikut UN pada April mendatang, karena diketahui telah menikah. Padahal, dirinya sempat mengikuti ujian selama dua hari dan membayar iuran SPP kepada sekolah.

"Saya dikeluarkan karena dianggap telah melanggar tata tertib sekolah. Padahal saya sudah mengaku salah menikah diusia sekarang. Tapi mengapa saya tetap dikeluarkan dari sekolah, dan tidak boleh ikut ujian," tanyanya kesal, Selasa (2/4/2013).

Ia mengatakan, perlakuan sekolah itu dianggap tidak adil. Mengingat di sekolah yang sama, ada salah satu rekannya yang sudah menikah dan memiliki anak, tapi tetap bisa bersekolah serta mengikuti ujian.

"Waktu saya tanya, guru-guru pada bilang tidak mengetahui soal itu. Padahal terbukti teman sekolah saya itu sudah menikah. Tidak tahunya, kawan saya itu punya saudara, yang jadi guru di sekolah, makanya tidak dikeluarkan seperti saya," tukasnya. (SND)
 
PROPERTI
Mau Mobil Denza D9 Gratis, Paramount Land Tebar Undian Fantastis untuk Pembeli Properti

Mau Mobil Denza D9 Gratis, Paramount Land Tebar Undian Fantastis untuk Pembeli Properti

Jumat, 8 Mei 2026 | 14:28

Siapa yang tak tergiur membawa pulang mobil listrik premium secara gratis hanya dari membeli properti?

AYO! TANGERANG CERDAS
Lulusan Sulit Terserap Kerja, Pemprov Banten Bakal Hapus Jurusan Akutansi dan Manajemen di SMK

Lulusan Sulit Terserap Kerja, Pemprov Banten Bakal Hapus Jurusan Akutansi dan Manajemen di SMK

Kamis, 7 Mei 2026 | 21:47

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan mengevaluasi sejumlah jurusan di sekolah menengah kejuruan (SMK) yang dinilai sudah tidak lagi sebanding dengan kebutuhan dunia kerja.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill